Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan kepada korban puting beliung di Desa Tamansari, Kecamatan Setu yang terjadi pada Selasa (2/12) malam.
"Bantuan sudah kami serahkan, diterima secara simbolis oleh kepala Desa Tamansari disaksikan pekerja sosial masyarakat dan perangkat desa setempat," kata Kepala Dinsos Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Kamis.
Dia mengatakan bantuan berupa paket sembako disalurkan tim penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dinas Sosial Kabupaten Bekasi kepada puluhan warga terdampak musibah itu di beberapa lokasi.
Baca juga: BPBD Bekasi optimalkan penanganan korban angin puting beliung di Setu
Penyaluran bantuan ini langkah cepat pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi pasca-bencana. Tim langsung bergerak setelah mendapatkan laporan dari pemerintah desa dan relawan terkait dengan bencana itu.
"Begitu mendapat laporan, Tim PPKS langsung kita turunkan untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan sembako. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung," katanya.
Pihaknya terus melakukan monitoring dan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh warga terdampak sudah menerima bantuan secara merata.
Dinas Sosial juga siap memberikan pendampingan lanjutan kepada warga yang membutuhkan, termasuk dukungan kebutuhan sementara dan pemulihan sosial.
Baca juga: Puluhan rumah di Bojongmangu Bekasi rusak diterjang angin puting beliung
Kepala Desa Tamansari Jahi mengatakan kehadiran pemerintah di masyarakat saat bencana bentuk pelayanan publik yang dibutuhkan warga.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat Dinsos. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang berupaya bangkit kembali," ucapnya.
Hujan deras disertai angin kencang hingga memicu puting beliung di Desa Tamansari, Kecamatan Setu terjadi pada Selasa (2/12), sejak pukul 13.30-17.30 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan puluhan rumah rusak kategori sedang hingga berat.
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Bekasi, 28 rumah terdampak dengan rincian 16 unit rusak sedang dan 12 rusak berat. Kerusakan terutama pada bagian atap yang terlepas serta beberapa struktur bangunan melemah akibat terpaan angin.
Musibah itu berdampak langsung kepada 112 jiwa atau 28 kepala keluarga (KK). Sebanyak 48 orang atau 12 KK harus mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat terdekat.
Baca juga: BPBD Bekasi terjunkan tim bantu warga terdampak musibah puting beliung
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan bantuan awal langsung diberikan kepada warga terdampak sekaligus bersamaan dengan asesmen lapangan setelah pihaknya menerima laporan kejadian.
Bantuan bersifat darurat berupa air mineral, terpal, bahan kebutuhan pokok, gerobak dorong, alat kebersihan hingga matras bersumber dari APBD 2025 Kabupaten Bekasi.
Dia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan. Perubahan cuaca secara cepat dan tidak menentu dapat memicu kembali angin kencang atau bencana hidrometeorologi lain.
"Mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan warga sangat penting untuk meminimalisir risiko atas keselamatan," kata dia.
