dinsosnakertran-bogor-tertibkan-anak-jalanan
Bogor, 28/11 (ANTARA) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar razia gabungan guna menertibkan keberadaan anak jalanan, pengemis dan gelandangan yang kian marak di wilayah Bumi Tegar Beriman (Kabupaten Bogor).

"Razia gabungan ini melibatkan petugas dari Polres Bogor dan Satpol PP," kata Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, Yuliati Kamsuri, di Cibinong, Rabu.

Yulianti mengatakan, razia gabungan tersebut dilaksanakan disejumlah wilayah seperti lampu merah PDAM Tirta Kahuripan, simpang Daralon, Kandang Roda sentul dan diakhiri di Simpang Gadog Ciawi.

Menurutnya, razia gabungan digelar dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat Kabupaten Bogor karena selama ini kehadiran gepeng dan anjal dinilai sudah meresahkan masyarakat.

"Mereka (anjal dan gepeng) yang terkena razia akan kita didik dan di beri pelatihan agar mereka dapat hidup normal layaknya masyarakat lain," katanya.

Ia menyebutkan, anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang terjari petugas nantinya akan dibawa ke panti sosial yang ada di Kecamatan Cisarua, dan di Bandung.

"Mereka akan kita titipkan sementara di rumah singgah yang ada di Cisarua dan Bandung. Untuk diberikan pembinaan sosial," katanya.

Semantara itu, Kepala Bidang Dalops Satpol PP, Ngangrang Supriyadi menambahkan, penertiban gelandangan, Pengemis dan anak jalanan merupakan program dari Provinsi jawa Barat.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi menargetkan Jawa Barat harus bebas pedagang kaki lima, gelandangan, pengemis dan anjal pada tahun 2014.

"Program ini di usung oleh. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Dan Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten Bogor tentu harus mendukungnya," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam operasi penertiban tersebut melibatkan puluhan personil dari Polres Bogor Satpol PP.

Di hari pertama operasi, Selasa (27/11) kemarin, petugas menjaring sekitar 16 anak jalanan dan 10 gelandangan dari empat titik lokasi Penertiban.

Dari hasil pemeriksaan petugas kebanyakan para gelandangan dan anak jalanan tersebut berasal dari luar wilayah Kabupaten Bogor, seperti Cianjur dan Sukabumi.

"Mereka datang ke Bogor dengan modal nekad mencoba peruntungan dengan cara menjadi pengemis dan anak jalanan," katanya.

Operasi gabungan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah kawasan di Kabupaten Bogor, hingga keberadaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis berkurang.


Laily R




: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026