Bogor (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan meluncurkan Mobil Curhat hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Mobilnya sudah ada, tinggal pelaksanaannya yang akan dioperasikan Juli nanti," kata Bima, saat ditemui dalam acara Deklarasi Keluarga Indonesia di Kebun Raya Bogor, Kamis.

Bima menjelaskan, Mobil Curhat atau mobil anti galau tersebut melayani curahan hati warga Kota Bogor terkait masalah keluarga.

Layanan dalam Mobil Curhat tersebut multi disiplin, ada terkait kesehatan keluarga, ekonomi dan juga gizi.

"Kita (Pemerintah Kota-red) bermitra dengan Fakultas Ekologi Manusia IPB yang memiliki ide untuk menghadirkan mobil Curhat ini," ujar Bima.

Menurut Bima, pihaknya telah berdiskusi lama dengan pihak IPB terkait program keluarga sejahtera bahagia.

Dalam diskusi tersebut tercetuslah ide untuk menghadirkan mobil Curhat.

Pada tugasnya, Mobil Curhat akan berkeliling menghampiri masyarakat, dan melayani keluhan seputar permasalahan keluarga dan juga gizi keluarga.

"Kota Bogor ini seperti prototipe, satelit nya ibu kota. Tingginya aktivitas warga Bogor membuat kualitas hubungan rumah tangga jadi berkurang, hal ini menyebabkan angka perceraian cukup tinggi," ujar Bima.

"Keluarga di Kota Bogor rentan dengan persoalan dalam rumah tangga, oleh karena itu hadirnya Mobil Curhat ini, dapat membantu masyarakat, menjadi tempat konsultasi dalam mengatasi persoalannya," ujar Bima.

Hadirnya Mobil Curhat di Kota Bogor, disambut baik oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal.

Menurut Fasli, hadirnya mobil Curhat di Kota Bogor sebagai sebuah inovasi yang perlu mendapat dukungan.

"BKKBN siap untuk mendukung pelaksanaan program ini, kita punya anggaran. Ide ini sangat inspiratif yang perlu didukung," ujarnya.

Fasli berharap jika nanti pelaksanaan kegiatan Mobil Curhat mendapat perhatian dari masyarakat, akan diupayakan dapat ditiru oleh kota-kota lainnya di Indonesia.

Nantinya, tambah Fasli, mobil tersebut tidak hanya melayani masyarakat yang datang, tetapi juga bisa memenuhi permintaan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Dr Arif Satria menambahkan kehadiran mobil Curhat adalah inisiasi oleh FEMA.

Menurutnya, kehadiran mobil Curhat tersebut sebagai momentum mengembalikan perhatian keluarga yang berkualitas.

"Ini adalah langkah awal kerja sama antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota dan Perguruan Tinggi," ujar Arif.

Arif menambahkan, mobil curhat ini melayani konseling tentang persoalan keluarga, dan gizi.

"Jadi mobil ini "best practice" terintegrasi antara keluarga dan gizi masyarakat," ujarnya.



Pewarta: Laily Rahmawati
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026