Kota Bogor (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan zakat produktif senilai Rp500 juta kepada 55 warga Kota Bogor, Jawa Barat, melalui Program Z-Mart dan Z-Auto untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai peluncuran program dilakukan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat, mengapresiasi konsistensi Baznas RI dalam mendukung program sosial dan pengentasan kemiskinan di Kota Bogor melalui pemanfaatan dana zakat yang produktif.
"Termasuk pengentasan kemiskinan dan kegiatan sosial yang menyasar para mustahik. Tentu sasarannya adalah warga Kota Bogor yang membutuhkan, sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku," kata Jenal.
Menurut dia, program zakat produktif menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pengembangan usaha.
Baca juga: Wali Kota Bogor pimpin layanan medis gratis bareng Baznas
Ia menilai program tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan swasta maupun badan usaha milik daerah untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Baik itu bengkel, UMKM, ataupun warung kelontong yang bisa berkembang dan merekrut tenaga kerja. Semoga ke depannya program ini terus konsisten, semakin berkembang, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan Program Z-Mart mendapat alokasi dana sebesar Rp400 juta yang diberikan kepada 50 penerima manfaat.
"Kami tadi me-launching Program Z-Mart senilai Rp400 juta untuk 50 penerima manfaat. Z-Mart ini adalah warung kelontong yang berbasis dana zakat, infak dan sedekah," kata Idy.
Selain Z-Mart, Baznas RI juga menyalurkan bantuan melalui program Z-Auto berupa bantuan usaha bengkel sepeda motor kepada lima penerima manfaat dengan nilai masing-masing Rp20 juta.
Baca juga: Festival Qurban Baznas Kota Bogor bertujuan pemerataan pendistribusian daging
Idy menjelaskan kedua program tersebut merupakan bagian dari skema zakat produktif yang dirancang untuk membantu mustahik meningkatkan kemampuan ekonomi dan mengembangkan usaha secara mandiri.
"Kedua program ini merupakan salah satu bentuk program zakat produktif. Kami berharap para penerima manfaat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, minimal menjadi munfik atau orang yang mampu berinfak dan bersedekah," ujarnya.
Menurut dia, seluruh penerima manfaat merupakan warga yang masuk kategori mustahik dan mendapatkan pembinaan agar mampu mengelola usaha warung kelontong maupun bengkel sepeda motor secara berkelanjutan.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, termasuk melalui dukungan dana yang dihimpun Baznas Kota Bogor sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.