"Mereka bernama Arifin selaku pemilik usaha, Junaedi, Irfan, dan Mas Bro (panggilan),"Bekasi (Antara) - Sejumlah saksi menyebutkan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror membawa lima terduga teroris dari lokasi penggerebekan di Jalan M. Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam.
"Yang saya tahu ada sekitar lima orang yang dibawa aparat saat penggerebekan di Ruko Andreas Banner sekitar pukul 19.00 WIB tadi," ujar salah satu saksi yang bekerja sebagai sopir di ruko yang bersebelahan dengan lokasi penggerebekan, Karim (44).
Ia mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa penggerebekan tersebut.
"Saya baru tahu ada penggerebekan beberapa saat kemudian karena saya sedang di dalam ruko," kataya.
Namun, Karim mengaku mengenal para penghuni di lokasi penggerebekan yang berprofesi sebagai karyawan percetakan.
"Mereka bernama Arifin selaku pemilik usaha, Junaedi, Irfan, dan Mas Bro (panggilan)," katannya.
Ia mengaku sempat mendengar ada suara letusan tembakan dari loksi penggerebekan.
"Tukang warung depan ruko saya juga dengar ada suara letusan tembakan. Sepertinya ada satu orang yang kena tembak," katanya.
Menurut dia, sebanyak tiga karyawan diangkut Tim Densus 88 dengan mobil, sedangkan dua lainnya diangkut dengan mobil Polsek Bekasi Timur.
Semetara itu, Agus Budiyono selaku Ketua Forum Wartawan Pemantau Keadilan (Forwara) yang berkantor di samping lokasi penggerebekan mengatakan bahwa Arifin sudah membuka usaha di lokasi itu sejak 2011 dengan cara mengontrak.
"Perpanjang sewa rukonya saja bareng sama saya," katanya.
Menurut dia, tidak pernah dia dapati adanya aktivitas mencurigakan pada ruko Arifin.
"Rukonya buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 20.30 WIB," katanya.
Pewarta: Oleh Andi FirdausUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.