Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Cikupa, Polresta Tangerang, Polda Banten, mengungkap rasa sakit hati menjadi dasar motif terduga pelaku MS (17) melakukan aksi pembunuhan terhadap pedagang cilok berinisial P (33) yang jasadnya ditemukan di kontrakan di Desa Pasir Gadung, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

"Hasil keterangan pelaku karena dendam. Pelaku sakit hati karena sering diintimidasi dan dimintai uang," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah kepada ANTARA di Tangerang, Minggu.

Ia menyebutkan, sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku yang juga pedagang cilok ini bercerita kepada ayahnya yang berinisial BT (41), bahwa dirinya kerap diintimidasi dan sering dimintai uang oleh korban.

Baca juga: Polda Banten dalami motif pembunuhan mayat terbungkus plastik di Tangerang

Kendati demikian, atas dasar cerita tersebut para pelaku langsung mendatangi lokasi kontrakan korban dan menghabisi nyawanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

"Bercerita kepada bapaknya karena sering dimintai uang dan diancam, itu menurut keterangan pelaku," tuturnya.

Syaiful mengatakan, kedua pelaku yang diketahui merupakan ayah dan anak ini mengaku melakukan aksi pembunuhan tersebut secara bersama-sama. "Ya, berdua," ucapnya. Dalam hal ini, polisi berhasil meringkus ke dua orang pelaku di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Jumat (5/6). Keduanya, diketahui akan melarikan diri ke daerah Salatiga, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Tangerang, Polda Banten, menemukan delapan luka sabetan senjata tajam (sajam) terhadap jasad P (33), (sebelumnya disebut R) pedagang cilok yang ditemukan meninggal di kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, pada Selasa (2/6).

Baca juga: Mayat perempuan terborgol di Tangerang merupakan korban pembunuhan

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan intensif terhadap korban yang berasal dari Bangkalan, Jawa Timur ini juga ditemukan luka dalam berupa memar pada beberapa bagian tubuhnya diduga akibat benda tumpul.

"Hasil pemeriksaan tim forensik Polres dan RSUD Balaraja menemukan delapan luka di tubuh korban, dengan ukuran bervariasi oleh senjata tajam (sajam)," ujarnya.

Ia bilang, hasil identifikasi ini akan dijadikan sebagai petunjuk dalam pengungkapan dugaan kasus pembunuhan terhadap pedagang cilok tersebut.

Selain itu, penyidik juga sudah memeriksa beberapa saksi dan pengumpulan alat bukti terkait peristiwa tersebut, sehingga polisi akan mudah untuk mengungkap dari perkara tersebut.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap," kata dia.
 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026