"Jika dilihat produksi GKG sampai Juni ini pihaknya yakin target tersebut bisa tercapai, karena terbantu oleh hujan yang cukup panjang,"
Sukabumi (Antara) - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi mencatat selama periode Januari hingga Juni 2013 produksi gabah kering giling dari padi ladang maupun sawah mencapai 546.796 ton.

"Untuk padi sawah produksinya 463.135 ton dan padi ladang atau gogo 83.661 ton," kata Kepala DPTP Kabupaten Sukabumi Sudrajat, di Sukabumi, Kamis.

Menurut dia, pada 2013 pihaknya menargetkan produksi gabah kering giling mencapai 946.314 ton atau meningkat tujuh persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 928.906 ton.

"Jika dilihat produksi GKG sampai Juni ini pihaknya yakin target tersebut bisa tercapai, karena terbantu oleh hujan yang cukup panjang," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya pada 2013 ini menargetkan surplus beras sebanyak 260 ribu ton beras atau meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan 2012.

Diakuinya, tingginya produksi beras ini juga terbantu oleh kondisi cuaca yang diperkirakan kemarau terjadi mulai awal Mei tetapi sampai awal Juli ini hujan turun masih cukup deras.

"Sekitar 70-80 persen sawah di Kabupaten Sukabumi dari 65.855 hektare luas lahan pertanian merupakan sawah tadah hujan yang sangat mengandalkan pengairannya dari air hujan, sehingga dengan panjangnya musim hujan ini bisa dikatakan sebagai berkah untuk petani padi di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.

Kepala Sub Bagian Progam dan Rencana DPTP Kabupaten Sukabumi Deti Setiawati mengatakan untuk mendorong produksi padi pihaknya membuat progam Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT), penyediaan benih dan pupuk, percepatan masa tanam dan memberikan penyuluhan kepada petani.

Selain itu, agar target tahun ini bisa tercapai, pihaknya juga menggenjot para petani untuk mempercepat olah tanah. Jika datang musim kemarau pihaknya akan mengintensifkan produksi padi dari jenis padi gogo atau padi ladang yang hanya membutuhkan sedikit air.

"Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang dijadikan oleh pemerintah pusat sebagai lumbung beras nasional dan selama ini kami belum menemukan adanya hambatan dalam meningkatkan produksi beras," kata Deti.

Pewarta: Oleh Aditya A Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026