Karawang (ANTARA) - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini cukup baik pada musim panen padi April 2026 yakni di kisaran Rp7.200 per kilogram
Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Mahmud, saat dihubungi di Karawang, Minggu menyampaikan kondisi panen pada periode April ini relatif stabil.
Harga gabah itu dinilai cukup bagus, karena berada di atas harga pembelian gabah oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.
Menurut dia harga gabah kering panen di kisaran Rp7.200 per kilogram dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pasar, seiring meningkatnya permintaan di sektor penggilingan maupun distribusi beras
Ia menyampaikan, pada musim panen padi kali ini pihaknya tidak menerima adanya petani yang gagal panen.
Disebutkan, kegiatan panen padi pada April 2026 berlangsung di 23 kecamatan, dengan luas panen mencapai 12.531 hektare.
Dari luasan tersebut, potensi produksi gabah kering panen diproyeksikan berada pada kisaran 5 hingga 8 ton per hektare. Hal itu sesuai dengan kondisi lahan dan produktivitas di masing-masing wilayah..
Sementara itu, untuk mengoptimalkan produksi padi di Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang menyiapkan perluasan lahan tambah tanam, guna mengejar target produksi gabah pada tahun 2026 ini yang mencapai 1,42 juta ton gabah kering panen.
Mahmud menyampaikan pada tahun ini produksi gabah ditargetkan mencapai 1.418.000 ton.
Target tersebut ditetapkan menyesuaikan dengan hasil produksi gabah kering panen pada tahun sebelumnya yang mencapai 1.414.038 ton.
Ia mengatakan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target produksi padi tahun ini ialah dengan mendorong peningkatan produksi melalui penyediaan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana dan prasarana serta penguatan program pendampingan petani.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.