Karawang (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melatih 120 juru sembelih halal hewan kurban sehingga sesuai dengan syariat Islam..

"Ada sekitar 120 peserta yang mengikuti pelatihan ini," kata Ketua Ketua MUI Karawang KH. Tajuddin Nur, usai Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal, di Karawang, Rabu.

Para peserta terdiri atas perwakilan pengurus MUI kecamatan, pengurus MUI kabupaten, perwakilan KUA kecamatan dan pengasuh pondok pesantren.   

Ia menyampaikan, Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal merupakan bagian dari program Pendidikan Kader Ulama yang digulirkan oleh MUI. 

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya penyembelihan hewan secara baik dan sesuai syariat Islam. Seperti pisau harus tajam dan saluran penting seperti urat makan, urat napas, serta pembuluh darah harus terputus saat disembelih. 

Para peserta juga diingatkan agar tidak menyiksa dan memperlakukan hewan kurban dengan baik saat melakukan proses penyembelihan.  

Kiai Tajuddin mengaku miris atas fenomena penyembelihan hewan kurban yang ternyata masih ada yang tidak sesuai syar'i, sebagaimana video-video yang ditampilkan oleh seorang narasumber pelatihan, Ustadz Nanang Hanani, Pembina Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (Juleha) Karawang yang juga Ketua Lembaga Sembelih Halal Hidayatullah. 

"Jadi kami berharap, melalui pelatihan ini penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha nanti bisa benar-benar sesuai dengan syar'i," katanya. 

Ketua Panitia Pelatihan Kader Juru Sembelih Halal MUI Karawang, Puji Isyanto, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini. 

Ia menyampaikan, pelatihan ini meliputi teori fikih penyembelihan hingga praktik langsung, mulai dari cara mengikat, merobohkan hingga teknik menyembelih hewan sesuai syariat.

"Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori. Tapi juga bisa melihat langsung praktik penyembelihan sapi dan kambing sesuai syar,'i. Termasuk menyaksikan langsung praktik penyembelihan ayam," katanya.

Selain untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyembelihan sesuai syar'i, Puji juga berharap melalui pelatihan ini, ke depannya terbentuk Satgas Halal di setiap kecamatan yang memantau proses penyembelihan hewan, termasuk di rumah pemotongan hewan. 

"Ini penting, karena dengan adanya Satgas Halal, maka kehalalan hewan sembelihan untuk konsumsi maupun perdagangan bisa lebih terjamin," katanya.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026