Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung ke Situ Citatah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, untuk menangkap ikan sapu-sapu bersama Forkopimda dan pegiat lingkungan sebagai upaya menjaga ekosistem perairan sekaligus mengendalikan sedimentasi penyebab banjir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang difokuskan pada isu lingkungan hidup dan pelestarian sumber daya air di Kabupaten Bogor.
“Hari ini jelang HJB kita memang ada beberapa rangkaian kegiatan terutama yang menyangkut terkait lingkungan,” kata Rudy Susmanto di Situ Citatah, Cibinong.
Rudy mengatakan, kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan sebagai stimulus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian situ maupun sungai di Kabupaten Bogor.
Menurut dia, keterlibatan langsung pemerintah daerah turun ke perairan bertujuan melihat kondisi riil lingkungan, mulai dari tingginya sedimentasi hingga banyaknya sampah di kawasan situ.
“Tadi kenapa kita turun langsung ke air? Kita ingin memastikan, oh ternyata sedimentasi cukup tinggi, sampah cukup banyak. Kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk kita bersihkan bersama, kita rawat bersama-sama,” ujarnya.
Ia menilai pengendalian sedimentasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi banjir di wilayah hilir.
“Sedimentasinya dapat diatasi maka banjir dapat diatasi,” kata Rudy.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.
“Sekitar lebih dari 200 kilogram hanya hitungan satu jam dua jam,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki peran penting sebagai daerah hulu sumber air bagi sejumlah wilayah di Jabodetabek, termasuk kawasan hulu Sungai Ciliwung di Puncak seperti Telaga Saat dan Telaga Warna.
Karena itu, Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni mendatang, di antaranya penanaman pohon dan pelepasan indukan ikan lokal di kawasan hulu sungai.
“Kita juga akan melepaskan indukan-indukan ikan lokal yang ada di sungai tersebut,” katanya.
Menurut Rudy, langkah pelepasan indukan ikan lokal tersebut merupakan masukan dari para pegiat lingkungan agar populasi ikan endemik dapat berkembang biak dari kawasan hulu hingga ke hilir sungai.
Selain penghijauan, Pemkab Bogor juga terus melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik. Namun untuk bangunan yang berada di sempadan sungai, pemerintah daerah mengedepankan pendekatan musyawarah dengan masyarakat.
“Hari ini kita memprioritaskan kepada lahan-lahan yang masih kosong kita hijaukan bersama. Sudah lebih dari satu tahun progresnya cukup baik tapi kita tidak berhenti menanam,” ujar Rudy.
Sementara itu, pegiat lingkungan Arief Kamarudin mengatakan ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang populasinya perlu dikendalikan karena dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan.
“Sapu-sapu kan ikan invasif, jadi memang harus dikontrol karena kalau dibiarkan akan merusak ekosistem,” kata Arief.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.