Depok (ANTARA) - Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Indri Hapsari Susilowati menyatakan mahasiswa kesehatan dan komunikasi memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menyampaikan informasi berbasis data dan meluruskan misinformasi di masyarakat.

"Sebagai sentra pengembangan ilmu pengetahuan, UI terus bersinergi dengan berbagai stakeholder, seperti pemerintah, organisasi internasional, tenaga kesehatan, akademisi, media, hingga komunitas masyarakat untuk membangun literasi kesehatan yang kokoh dan melawan disinformasi," kata Indri Hapsari Susilowati di Depok, Rabu.

Ia mengatakan kolaborasi multi-stakeholder ini menjadi fondasi penting agar pesan imunisasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, sehingga tercipta ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.


Dengan komitmen tersebut, UI menegaskan perannya bukan hanya sebagai tuan rumah acara, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran publik bahwa imunisasi adalah bagian integral dari pembangunan manusia dan investasi bagi masa depan bangsa.

Indri berharap melalui penyelenggaraan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026, FKM UI bersama mitra berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi masa depan Indonesia.

Dekan menyoroti tren penurunan cakupan imunisasi nasional. Data menunjukkan imunisasi bayi lengkap turun dari 95,4 persen pada 2023 menjadi 87,8 persen pada 2024, dan lebih turun lagi ke 80,2 persen pada tahun 2025.

Penurunan ini berimbas pada meningkatnya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, difteri, dan pertusis.

Kekhawatiran tersebut turut diperparah oleh kenaikan signifikan jumlah anak dengan status belum menerima imunisasi dasar (zero dose).

“Kita menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan anggaran dan distribusi vaksin, serta tantangan sosial berupa rendahnya literasi kesehatan dan maraknya disinformasi mengenai vaksin,” ujar Indri.

Indri mengatakan FKM UI menjadi tuan rumah acara puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang merupakan bagian dari peringatan World Immunization Week yang diprakarsai World Health Assembly (WHA) sejak 2012 dan diperingati di lebih dari 180 negara setiap akhir April.

Dengan mengusung tema global “For Every Generation, Vaccines Work” dan tema nasional “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”, PID 2026 menekankan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan optimal bagi seluruh kelompok usia dari berbagai penyakit berbahaya.

Acara PID 2026 di FKM UI dikemas dengan kegiatan edukatif dan interaktif, seperti fun walk, pojok imunisasi, interactive booth, penyampaian orasi bertema “Perspektif Islam dalam
Perlindungan Kesehatan Anak”, serta pemberian penghargaan kepada pemenang lomba PID.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026