Semarang (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan pelayanan kepada enam penyandang disabilitas yang menjadi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof Dr Paramita Prananingtyas di Semarang, Selasa, menegaskan komitmennya dalam melaksanakan layanan inklusif.

Ia menjelaskan enam penyandang disabilitas yang menjadi peserta UTBK-SNBT Undip tahun ini, terdiri atas tiga penyandang tunadaksa dan tiga penyandang tunarungu.

Baca juga: 23 mahasiswa asing dari 11 negara belajar di Undip

Menurut dia, Undip telah menyiapkan dukungan dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih optimal.

"Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh peserta, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang setara dan aksesibilitas yang memadai dalam menempuh ujian," katanya.

Pendampingan dilakukan secara proporsional guna menjaga integritas ujian sekaligus kenyamanan para peserta berkebutuhan khusus selama proses seleksi berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya optimalisasi layanan, kata dia, Undip telah memetakan lokasi ujian yang ramah disabilitas, seperti penggunaan gedung yang dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian yang adaptif.

Baca juga: Universitas Diponegoro nyatakan kesiapan jadi penghubung penempatan PMI ke Jepang



Pewarta: Zuhdiar Laeis
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026