Makassar (ANTARA) - Universitas Negeri Makassar (UNM) menyediakan sebanyak 1.092 komputer dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada 21-28 April 2026.
"UNM menyiapkan 22 lokasi dan 48 ruang ujian dengan kapasitas 1.092 komputer per sesi (pagi dan siang). Untuk UTBK sendiri dibagi dalam 16 sesi," ujar Plt Rektor UNM Prof Dr Farida Patittingi dalam keterangannya di Makassar, Rabu.
Dari sisi pengawasan, pihak panitia melibatkan 25 pengawas umum, 88 pengawas lokasi, 875 pengawas ruangan, dan 1.001 teknisi IT. Dan juga disiapkan delapan pengawas khusus untuk peserta yang berkebutuhan khusus.
"Kebetulan ada delapan peserta berkebutuhan khusus, ini kita siapkan juga pengawas yang mengawal peserta berkebutuhan khusus tersebut," ujarnya.
Baca juga: UNM pada 2026 alokasikan Rp43 miliar percepat riset dan publikasi internasional
Baca juga: Dosen UNM terapkan teknologi irigasi tenaga surya
Lebih jauh dijelaskan, daya tampung UNM pada jalur SNBT yang saat ini berlangsung mencapai 5.223 kursi, atau sekitar 44,44 persen dari total daya tampung penerimaan mahasiswa baru UNM secara keseluruhan.
Porsi ini merupakan yang terbesar menyediakan kuota dibandingkan jalur SNBP maupun Mandiri. Sebab UTBK-SNBT ini menjadi kanal utama penerimaan mahasiswa baru UNM tahun 2026 ini.
"Untuk jumlah peserta dari seluruh Indonesia yang memilih mengikuti UTBK-SNBT di Pusat UTBK 712 UNM itu sebanyak 17.329 orang," katanya.
Prof Farida juga melakukan pengecekan di seluruh sektor atau lokasi ujian UTBK mulai dari sektor Gunung Sari ini, sektor Parang Tambung hingga sektor Banta-Bantaeng, dan sektor Tidung untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman.
"Kita berkeliling dan kita memastikan seluruh pimpinan, seluruh panitia, semuanya bersama-sama untuk kita pastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan UTBK-SNBT Universitas Negeri Makassar ini berjalan lancar," ujarnya.
Pewarta: Abdul KadirUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.