Depok (ANTARA) - Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Indonesia (UI) diikuti sebanyak 54.871 peserta yang mengikutinya di berbagai lokasi.
Wakil Rektor UI Bidang Akademik Mahmud Sudibandriyo di Kampus UI Depok, Selasa, mengatakan pelaksanaan UTBK-SNBT hari pertama berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, baik dari sisi teknis maupun pengawasan.
“Kesiapan infrastruktur dan koordinasi panitia adalah kunci untuk memastikan seluruh tahapan ujian berlangsung lancar. Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di setiap sesi guna menjaga kualitas pelaksanaan tetap konsisten di seluruh lokasi,” ujarnya.
UTBK-SNBT di UI berlangsung pada 21–30 April dan dilanjutkan pada 2 Mei 2026. Ujian diselenggarakan di empat kampus, yakni UI Depok, UI Salemba, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), serta Polimedia.
Di Kampus UI Depok terdapat 26 lokasi dengan 52 ruang ujian dan 1.645 unit komputer, sementara di UI Salemba tersedia tujuh lokasi dengan sembilan ruang dan 388 komputer.
Adapun di PNJ terdapat enam lokasi dengan 11 ruang dan 276 komputer, serta di Polimedia terdapat dua lokasi dengan delapan ruang dan 211 komputer.
Pembagian lokasi dan distribusi ini berdampak pada kapasitas dan efisiensi pelaksanaan. Sebelum hari pelaksanaan, panitia menjalankan uji coba nasional dan uji coba internal untuk memastikan kesiapan perangkat dan alur kerja.
Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi gangguan teknis dan memastikan pelaksanaan berjalan seragam di semua lokasi.
Penanggung Jawab Lokasi UTBK Rumpun Ilmu Kesehatan, Rina Rahmawati mengatakan bahwa setiap harinya UTBK dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pagi dan siang dengan durasi ujian sekitar tiga jam 15 menit.
Dalam satu sesi, kapasitas peserta di UI dapat mencapai sekitar 2.500 orang, sementara pada lokasi tertentu seperti Rumpun Ilmu Kesehatan mencapai 288 peserta per sesi.
“Dari sisi pengawasan, panitia menerapkan standar ketat dengan rasio satu pengawas untuk setiap 20 peserta, didukung oleh teknisi ruang. Sebelum ujian dimulai, peserta mendapatkan pengarahan terkait tata tertib, termasuk larangan membawa barang tertentu ke meja ujian. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metal detector serta body checking guna mencegah potensi kecurangan,” ujar Rina.
Menurut dia, hingga saat ini pelaksanaan UTBK di UI dilaporkan berjalan tanpa adanya kasus kecurangan. Namun, jika ditemukan pelanggaran, panitia akan mendokumentasikan bukti dan menyusunnya dalam berita acara untuk kemudian dilaporkan kepada pusat UTBK melalui kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Keputusan sanksi sepenuhnya berada di pihak pusat UTBK.
Melalui penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026, UI berkomitmen menyediakan sistem seleksi yang adil, transparan, dan berkualitas bagi seluruh calon mahasiswa di Indonesia.
Sementara itu sebagai bentuk inklusivitas, peserta difabel yang terdiri atas 51 orang mendapatkan penanganan khusus dan dijadwalkan mengikuti ujian pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Lama Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI, dengan pengaturan khusus, termasuk untuk peserta tunanetra yang mengikuti ujian di laboratorium yang telah disesuaikan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.