Jakarta (ANTARA) - Konsorsium riset Indonesia dan Australia melalui proyek ULTRALIGHT meluncurkan inovasi "Detect Me", sebuah perangkat pemantauan janin mandiri yang dirancang untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.
Inovasi ini memungkinkan ibu hamil melakukan pemeriksaan mandiri di rumah dengan data yang terintegrasi secara langsung ke tenaga kesehatan.
Ketua Peneliti Proyek ULTRALIGHT dari Universitas Padjadjaran, Restuning Widiasih, dalam keterangannya, Jumat menjelaskan bahwa alat ini bertujuan memangkas risiko keterlambatan penanganan medis.
"Detect Me merekam data janin dan langsung mensinkronisasinya ke aplikasi mobile serta platform web untuk dipantau secara real-time (siaran langsung/seketika) oleh bidan atau puskesmas," ujar Restuning dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026.
Restuning mengakui tantangan terbesar ada pada pergeseran budaya, di mana ibu hamil biasanya bersifat pasif dalam menerima layanan kesehatan. Namun, melalui uji coba di wilayah rentan seperti Jawa Barat, NTT, dan Maluku, penggunaan alat ini justru memicu keterlibatan aktif dari anggota keluarga, terutama suami, dalam memantau kondisi kehamilan.
Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI), Randy Teguh, menilai momentum peluncuran alat ini sangat tepat seiring dengan kebijakan nasional yang fokus pada penurunan AKI.
Ia menekankan pentingnya efisiensi agar inovasi ini dapat masuk ke pasar pemerintah dan tidak hanya menjadi proyek percontohan.
Proyek ULTRALIGHT sendiri merupakan kolaborasi lintas institusi yang melibatkan Universitas Padjadjaran, ITB, Telkom University, Poltekkes Kemenkes Kupang, RS Hasan Sadikin, hingga University of Newcastle Australia.
Kedepannya, tim pengembang berencana mengecilkan ukuran perangkat menjadi bentuk chip agar lebih praktis penggunaannya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026