Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat bersama Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) membagikan 28,5 ton telur untuk penanganan balita stunting di daerah tersebut.
"Alhamdulillah hari ini kami menerima bantuan 28,5 ton telur untuk balita stunting yang merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) DPD Asprumnas Karawang," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh, di Karawang, Senin.
Aep menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.000 balita yang menjadi sasaran intervensi stunting di wilayah Karawang. Karena itu, bantuan 28,5 ton telur dari Asprumnas Karawang itu cukup membantu pemerintah dalam penanganan balita stunting.
Baca juga: Bupati Karawang tekankan pentingnya akurasi data dalam penanganan stunting
Baca juga: Wabup Karawang sebut intervensi gizi dalam stunting harus tepat sasaran
Disebutkan, sebanyak 28,5 ton telur bantuan dari Asprumnas selanjutnya akan didistribusikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, prosesi penyerahan secara simbolis bantuan 28,5 telur itu dilakukan langsung dari DPD Asprumnas kepada Bupati Karawang. Kemudian telur itu secara simbolis diserahkan kepada tiga perwakilan camat yang didampingi oleh Ketua TP-PKK Kecamatan sekaligus Ketua TP-Posyandu, di antaranya dari Kecamatan Karawang Barat, Telukjambe Timur, dan Rawamerta.
Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasinya kepada DPD Asprumnas Karawang yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan stunting di wilayah Karawang.
Baca juga: DPRD Karawang kritisi anggaran pengadaan pulsa Rp5,6 miliar DPPKB
Aep berharap, pihak swasta lain ya bisa melakukan hal yang sama, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menangani stunting di Karawang.
Prosesi penyaluran bantuan telur itu dikombinasikan dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Dinas Kesehatan Karawang, sehingga target pencapaian penurunan stunting di Karawang bisa tercapai.
Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14,08 persen pada 2026, sebagai upaya mewujudkan generasi sehat di masa datang.
Saat ini angka stunting di Karawang mencapai 17,6 persen, ditargetkan turun menjadi 14,08 pada 2026.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.