Kabupaten Bogor (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i mendorong Program Nyaah Ka Emak yang digagas Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Bogor, Jawa Barat, direplikasi secara nasional karena dinilai memiliki nilai kemanusiaan dan integritas yang kuat.
Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan halal bihalal, pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta peluncuran program sosial di lingkungan Kemenag Bogor yang berlangsung di Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis.
Wamenag Muhammad Syafi’i mengatakan Nyaah Ka Emak merupakan program yang mengajak setiap ASN memiliki keluarga binaan dari kalangan masyarakat rentan, seperti janda miskin, anak yatim, dan fakir miskin.
“Program ini sangat mulia, agar semua ASN punya orang atau keluarga binaan, yaitu yang tidak mampu. Selain kepada ibu kandung masing-masing, juga melayani ibu-ibu yang membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut menjadi bentuk kehadiran ASN Kemenag dalam melayani masyarakat, tidak hanya dalam tugas administratif, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Menurutnya, semangat program ini sejalan dengan nilai integritas ASN, yakni tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
“Kan hanya orang yang berintegritas yang berpikir ke situ,” kata Wamenag.
Wamenag Syafi’i juga menyebut Program Nyaah Ka Emak saat ini baru dilaksanakan di Kabupaten Bogor dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerah lain, khususnya di Jawa Barat, hingga tingkat nasional.
“Baru di Bogor dan kita berharap bisa launching di semua Kemenag di Jawa Barat dan Insya Allah menjadi percontohan di seluruh Indonesia,” ujar Wamenag.
Selain itu kegiatan tersebut juga diisi dengan halal bihalal sebagai momentum memperkuat hubungan antarsesama setelah Ramadhan, serta pembinaan ASN yang menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan profesionalitas dalam bekerja.
Wamenag menegaskan ASN Kemenag harus memiliki semangat melayani, bukan dilayani, serta mampu memberdayakan masyarakat melalui tugas dan tanggung jawabnya.
“ASN itu bekerja dengan disiplin, integritas, dan profesionalitas. Tidak minta dilayani, tapi harus punya semangat melayani,” kata Wamenag.
Dalam kesempatan itu Wamenag mengapresiasi kondisi Kantor Kemenag Kabupaten Bogor yang dinilai tertata dengan baik meski menggunakan anggaran yang sama.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya komitmen peningkatan kinerja dan tata kelola yang lebih baik di lingkungan Kemenag Kabupaten Bogor.
“Kami tidak malu masuk kantor tadi, dengan anggaran yang sama tapi lebih rapi dan ada program yang belum ada di Kemenag lain. Berarti kami tidak salah pilih,” kata Wamenag Syafi’i.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026