Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H Widodo menegaskan Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan ekonomi daerah seiring dengan dinamika kebijakan fiskal dan tekanan terhadap transfer ke daerah (TKD).
Hal tersebut disampaikan Agus dalam The Asian Post Best Regional Champion Forum 2026 yang diselenggarakan di Solo, Kamis.
"Ke depan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan APBD, tetapi juga seberapa kuat BPD mampu mengelola, menggerakkan dan mengakselerasi aliran dana di daerah," ujar Agus.
Agus menekankan peran BPD tidak bisa lagi terbatas sebagai lembaga intermediasi keuangan yang pasif.
"BPD tidak boleh hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas menjadi orkestrator pengelolaan keuangan daerah, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi regional," tegasnya.
Menurutnya, kebijakan transfer kas daerah memiliki implikasi strategis terhadap likuiditas, kapasitas pembangunan, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Agus juga menyoroti adanya tekanan terhadap TKD dalam APBN yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah, menekan belanja pembangunan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.
Namun demikian, ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang strategis bagi BPD untuk mengambil peran lebih besar.
"Tantangan ini justru merupakan momentum bagi BPD untuk mengoptimalkan pengelolaan dana daerah, memperkuat intermediasi ke sektor produktif, serta membangun ekosistem ekonomi daerah lebih terintegrasi," jelasnya.
Dalam forum yang dihadiri Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah, Ketua Perbamida serta para direktur utama dan Direktur BPD seluruh Indonesia tersebut, Agus juga memaparkan tiga fokus utama penguatan BPD ke depan.
Pertama, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik.
Kedua, transformasi digital dan operasional guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Ketiga, penguatan peran dalam ekosistem daerah, termasuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor produktif.
Agus menegaskan dalam kondisi keterbatasan fiskal, BPD memiliki posisi strategis sebagai solusi dalam mendukung pembangunan daerah.
"Di tengah keterbatasan fiskal, BPD adalah solusi, bukan sekadar pelengkap," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Infobank Media Group atas penyelenggaraan forum yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kualitas industri perbankan daerah.
Melalui forum ini, Asbanda berharap tercipta sinergi lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan daerah dalam memperkuat peran BPD.
"Kami optimistis BPD akan kian mampu jadi mitra strategis pemerintah daerah, penjaga stabilitas keuangan regional, serta motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," demikian Agus.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026