Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dengan University of Sydney (USYD) untuk penguatan kolaborasi riset dan perluasan jejaring akademik internasional untuk mengakselerasi global engagement.
Dalam NKB yang ditandatangani, kedua institusi menyepakati pembaruan (renewal) kemitraan terutama dalam hal tri dharma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, pengajaran, dan pelatihan, riset/penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Tujuannya adalah meningkatkan sinergi antar kedua universitas, serta menelurkan dampak nyata bagi masyarakat luas," kata Rektor UI Heri Hermansyah di Depok, Senin.
Baca juga: UI perkuat transformasi digital melalui kolaborasi dengan OpenAI
Baca juga: UI jalin kolaborasi global dengan Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce
Ia mengatakan, kesepakatan ini membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan proyek penelitian bersama, pengembangan kurikulum dan program pendidikan, konferensi, lokakarya, simposium, hingga kunjungan akademisi dari kedua institusi.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup program mobilitas internasional seperti pertukaran mahasiswa.
“Kerja sama dengan University of Sydney merupakan tonggak penting bagi UI dalam memperkuat posisi sebagai universitas riset kelas dunia," katanya.
University of Sydney adalah mitra strategis bagi UI, yang melalui kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas tantangan global melalui riset bersama.
Baca juga: UI gandeng dua perusahaan AI jajaki kolaborasi strategis pengembangan AI
Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia, sekaligus menegaskan komitmen UI untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan dunia.
Lebih lanjut dalam pemaparannya, Rektor UI mengutarakan kepada delegasi University of Sydney yang dipimpin oleh Vice-Chancellor Prof. Mark Scott AO perihal proposal UI untuk menjalin kerja sama pelaksanaan double degree antara UI dan University of Sydney.
Double degree memungkinkan mahasiswa menempuh studi di dua universitas yang bermitra (UI dan USYD) dan di akhir masa studi memperoleh dua ijazah resmi dari masing-masing universitas.
Sementara itu, Vice-Chancellor Prof. Mark Scott menyampaikan kunjungan ini merupakan refleksi dari persahabatan dan kemitraan kedua institusi, UI sebagai kampus tertua di Indonesia dan USYD sebagai kampus tertua di Australia.
"Kami antusias membangun kemitraan global yang lebih mendalam dan strategis dengan UI," ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026