Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, akan memberangkatkan sebanyak 774 calon jamaah haji pada musim haji tahun 2026.
“Jumlah jamaah yang akan berangkat tahun ini sebanyak 774 orang. Kami berharap seluruhnya dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” ujar Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai membuka kegiatan manasik haji di Kota Bogor, Jumat.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari kuota haji yang diperoleh Kota Bogor pada tahun ini, di tengah tingginya jumlah pendaftar yang terus bertambah setiap tahun.
Dedie Rachim mengatakan bahwa para jamaah yang akan berangkat telah mengikuti rangkaian persiapan, termasuk bimbingan manasik haji sebagai bekal sebelum keberangkatan.
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji tercermin dari jumlah pendaftar yang telah mencapai sekitar 26.000 orang hingga tahun 2026.
Kondisi tersebut, menurut dia, membuat masa tunggu keberangkatan haji menjadi cukup panjang bagi calon jamaah di Kota Bogor.
“Harapannya ke depan kuota haji dapat terus bertambah sehingga waktu tunggu tidak terlalu lama bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Indra Hermawan, menyampaikan bahwa para jamaah diimbau memanfaatkan kegiatan manasik dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, kesempatan untuk berangkat haji saat ini sangat terbatas, sehingga para jamaah perlu mempersiapkan diri secara matang baik dari sisi administrasi maupun kesiapan ibadah.
Ia menambahkan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga akan disertai dengan pengawasan kesehatan yang ketat, termasuk pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi saat kedatangan jamaah di bandara.
“Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap jamaah, mencakup kondisi kesehatan seperti jantung, ginjal, hingga saraf,” ujar Indra.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026