Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pedagang hewan kurban di lapak khusus majelis Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) Farm Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengenakan penutup kepala tradisional khas pria Jawa yakni blangkon untuk menarik minat calon pembeli.
Lapak penjual hewan kurban di kompleks perumahan Griya Bekasi Permai 2, Desa Cibening, Kecamatan Setu itu menerapkan cara unik menggaet konsumen di tengah peningkatan aktivitas jual beli hewan kurban yang semakin menggeliat menjelang Idul Adha tahun ini.
"Blangkon sebenarnya juga sudah menjadi ciri khas majelis kami, selain pakaian serba hitam," kata Ketua Majelis Padasuka Setu Bekasi Ustadz Andri di Cikarang, Jumat.
Pria yang akrab disapa Kanjeng Berebet itu menjelaskan bahwa cara unik ini sengaja dilakukan untuk memberikan kesan berbeda sekaligus memperkenalkan identitas majelis kepada masyarakat.
"Ini adalah dagangan kambing dan domba dari Majelis Padasuka Setu yang dipimpin Kyai Syarif Rahmat, ulama yang sering tampil di salah satu stasiun televisi swasta. Kami mencoba cara dagang yang unik dengan mengenakan baju hitam dan blangkon," katanya.
Menurut dia kehadiran lapak dengan konsep unik ini tidak hanya menarik perhatian para calon pembeli tetapi juga menjadi salah satu cara bagi Majelis Padasuka Setu untuk memperkenalkan dakwah mereka kepada masyarakat.
Ia menjelaskan hewan kurban berjenis kambing dan domba yang dijual di lapak milik Majelis Padasuka Farm Setu tahun ini seluruhnya berjumlah 27 ekor. Tidak ada hewan jenis sapi yang ditawarkan.
Setiap hewan kurban ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau yakni mulai dari kisaran Rp2,9 juta hingga Rp4,3 juta. Harga jual tersebut menyesuaikan dengan ukuran berat hewan kurban tersebut.
"Pembelinya kebanyakan berasal dari masyarakat di sekitar wilayah kami. Kami yakin semua kambing dan domba ini akan habis terjual sebelum H-2 Lebaran Haji," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.