Karawang (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencatat 87 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama periode Januari hingga Mei 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang, Wiwiek Krisnawati, di Karawang, Minggu, menyampaikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu didominasi tindak pelecehan yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menyampaikan, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Karawang perlu menjadi perhatian serius.
Baca juga: Polres Karawang siapkan exhumasi untuk ungkap penganiayaan bayi
Baca juga: Polres Karawang ungkap kasus dugaan kekerasan terhadap anak
Menurut dia, negara harus hadir dalam memastikan perlindungan anak dan perempuan dari tindak kekerasan. Atas hal tersebut pihaknya terus proaktif terhadap laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Karawang.
"Pada zaman digital seperti sekarang ini, kami terus berupaya proaktif sebelum viral, bekerja lebih cepat dan tepat sebelum terlambat," katanya.
Sekda Karawang Asep Aang Rahmatullah menyampaikan apresiasi atas kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang.
"Terhitung dari Januari hingga Mei 2026 ada 87 kasus. Ini menandakan dinas bekerja dengan baik dalam memantau situasi di lapangan dan melakukan pendampingan," katanya.
Baca juga: Polres Karawang ungkap kasus pencabulan anak di bawah umur di wilayah pesisir
Menurut dia, tingginya temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menandakan kalau dinas bekerja.
"Karena laporan tidak ada kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan itu belum tentu menandakan kinerja bagus," kata dia.
Sekda menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, dan peran orang tua sebagai guru pertama anak, serta guru sebagai pembimbing anak di sekolah.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.