Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Muryanto Amin menyebutkan saat ini pihaknya sedang berupaya membangun ekosistem pembelajaran berdaya saing global dan berbasis kolaborasi sebagai upaya menghasilkan lulusan yang lebih siap pakai.

"Transformasi yang dilakukan USU tidak hanya diarahkan pada peningkatan riset. Sistem pembelajaran mahasiswa juga menjadi fokus utama kami yang salah satu tujuannya untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih global," katanya di Medan, Minggu.

Demi membangun ekosistem pembelajaran yang lebih global tersebut, USU telah meluncurkan sejumlah program inovasi pembelajaran.

Beberapa di antaranya adalah Program Industry Linkage and Career Acceleration Program (ILCAP) yang bertujuan memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dunia kerja.

Melalui program ini, universitas menargetkan peningkatan jumlah kerja sama industri serta memperluas kesempatan magang dan rekrutmen bagi mahasiswa.

Selain itu terdapat Student Research and Publication Booster (STUREP) yang dirancang untuk mendorong mahasiswa berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional.

Universitas bahkan menargetkan peningkatan kontribusi karya ilmiah mahasiswa dalam total publikasi universitas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, melalui program International Mobility and Global Exposure (IMOGEX), USU berupaya meningkatkan mobilitas internasional mahasiswa melalui program pertukaran pelajar, riset bersama, serta program dual degree dengan universitas luar negeri.

Satu program lainnya yang tidak kalah penting adalah Supervision Acceleration and Monitoring System (SAMS), sebuah sistem pengawasan akademik yang dirancang untuk mempercepat penyelesaian skripsi mahasiswa.

Melalui sistem ini, mahasiswa yang mengalami stagnasi akademik dapat terdeteksi lebih awal sehingga intervensi akademik dapat dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Riset berdampak bagi masyarakat jadi prioritas utama USU

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong keterlibatan kampus perkuat ekonomi lokal



Pewarta: Juraidi
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026