sukabumi-gelar-pemeriksaan-hivaids-Sukabumi, 27/5 (Antara) - Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat memeriksa puluhan wanita dan waria yang merupakan pekerja seks komersial bertujuan untuk mencegah penularan HIV/AIDS.
"Pemeriksaan kesehatan para pekerja seks komersial ini untuk antisipasi penyebaran HIV dan AIDS, karena dalam tiga tahun terakhir ini penyebaran penyakit tersebut melalui hubungan seks yang tidak sehat, seperti sesama jenis, sering berganti pasangan intim dan menjadi pelanggan para pelaku pekerja seks," kata Kepala Puskesmas Selabatu Suhendro Rusli di Sukabumi, Senin.
Menurut Suhendro, pemeriksaan HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dilakukan di Puskesmasnya.
Latar belakang di Puskesmas Selabatu karena menyediakan pemeriksaan Voluntary Conseling and Testing (VCT) HIV dan AIDS dan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS).
Lebih lanjut ada sekitar 40 orang yang diuji HIV/AIDS ini, mereka yang diperiksa tersebut karena pekerjaan yang digelutinya rawan terhadap penularan virus yang belum ada obatnya tersebut. Selain diperiksa, mereka juga diberikan penyuluhan tentang bahaya perilaku seks menyimpang dan tidak sehat yang berpotensi tertular penyakit ini.
"Hasil dari pemeriksaan ini akan dijadikan bahan referensi dinkes dan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi dalam langkah menanggulangi dan menekan angka penularan HIV/AIDS," tambahnya.
Sementara, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Irma Agristina mengatakan untuk tahun ini jumlah penyadang HIV/AIDS mencapai 671 orang atau bertambah 17 orang. Untuk saat ini dari hasil penelitian dan pantuan pihaknya, mayoritas mereka yang tertular virus ini adalah wanita.
Selain itu, saat ini kasus penyebaran penyakit tersebut tidak sudah beralih, beberapa tahun lalu mayoritas penyebarannya melalui jarum suntik pengguna narkoba, tetapi dalam beberapa tahun terakhir mayoritas penyebarannya melalui hubungan seks.
"Maka dari itu, kami terus melakukan himbauan kepada masyarakat agar selalu berperilaku positif dalam berhubungan seks, seperti tidak menjadi pelanggan pekerja seks, setia pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan," kata Irma.
Aditya
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026