Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mengarahkan Kampung Ramadhan Temindung di Samarinda sebagai model percontohan penyelenggaraan acara berbasis komunitas yang menguatkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf).
"Inisiatif Kampung Ramadhan dinilai sukses menggerakkan ekonomi kreatif meski di tengah keterbatasan anggaran pemerintah," kata Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi di Samarinda, Minggu.
Menurut Ririn, kegiatan yang berlokasi di kawasan eks Bandara Temindung Samarinda itu merupakan wujud kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
"Itu sinergi perdana antara pemerintah dan komunitas yang dipimpin Pak Agung. Di tengah efisiensi, inovasi harus jalan terus agar ekonomi kreatif tetap tumbuh," ujar Ririn.
Meski dukungan dana langsung dari Pemprov Kaltim terbatas (sekitar Rp5 juta), pemerintah memberikan sokongan melalui penyediaan fasilitas di Creative Hub Temindung, seperti tenda dan sarana prasarana.
Kegiatan lokal yang juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan itu bersumber pendaan dari swadaya komunitas dan sponsor.
Terdapat 60 tenda bazar yang didominasi pelaku UMKM kuliner sehingga Kampung Ramadhan menjadi ajang bagi produk lokal untuk memperkuat promosi jenama, selain ruang perputaran ekonomi.
Baca juga: Menekraf resmi lantik Penilai KI guna permudah akses pembiayaan ekraf
Baca juga: Menekraf dorong inovasi ekraf dengan pendekatan hexahelix
"Antusiasme warga sangat tinggi, mengingat Samarinda sempat minim kegiatan-kegiatan besar belakangan ini. Itu membuktikan publik butuh ruang berkreasi berbasis komunitas," tambah Ririn.
Dispar Kaltim, lanjutnya, mengharapkan Kampung Ramadhan Temindung menjadi agenda rutin yang tumbuh mandiri. Pemerintah berkomitmen tetap hadir sebagai pendamping dan penyedia sistem agar inisiatif komunitas itu terus berkelanjutan.
Pewarta: ArumantoEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026