Samarinda (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi di Samarinda mengajak peran pihak swasta khususnya para pengusaha perhotelan dan pariwisata untuk melakukan sejumlah inovasi dan terobosan baru dalam upaya mendongkrak lesunya sektor perhotelan dan pariwisata di daerah.
"Kami menyadari bahwa efisiensi anggaran membawa dampak besar terhadap kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan hotel. Namun di balik tantangan ini, ada peluang untuk berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” kata Ririn pada acara Bincang-Bincang Pariwisata 2025 di Samarinda, Kamis.
Ririn mengakui perhotelan di Kalimantan Timur tengah menghadapi dampak signifikan akibat efisiensi anggaran dengan turunnya pendapatan hotel dan berpengaruh pada aspek operasional, termasuk pemangkasan tenaga kerja dan penyesuaian layanan.
Baca juga: Gubernur Kaltim rencanakan konsep wisata malam di Sungai Mahakam tingkatkan ekonomi daerah
Baca juga: Kalimantan Timur dikunjungi 9.382.979 wisatawan nusantara sepanjang 2024
"Namun demikian dibalik tantangan itu, masih ada peluang untuk berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, agar kelesuan ini bisa diatasi," katanya pada acara Bincang-Bincang Pariwisata 2025 di Samarinda.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Pariwisata yang Kuat di Tengah Efisiensi Anggaran, Kolaborasi dan Inovasi”,
Pewarta: ArumantoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.