Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan siap menjadi motor utama dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Asri yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, mengingat semangatnya senafas dengan gerakan ekoteologi yang digaungkan Menteri Agama.“

Sejak dua tahun terakhir, Kemenag telah menanamkan penguatan nilai peduli lingkungan melalui pendekatan ekoteologi, sebuah konsep yang mendudukkan pelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama,” ujar Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ia mengungkapkan Kemenag memiliki modal sosial dan infrastruktur yang kuat untuk mendukung gerakan.

Posisi Kemenag sebagai strategis dalam penanganan sampah yang kini telah memasuki status darurat.

Modalitas ini, katanya, terlihat dari banyak praktik baik yang telah berjalan di ekosistem Kemenag. Ratusan madrasah, Kanwil Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), hingga Kantor Urusan Agama (KUA) dan komunitas binaan, telah memiliki program unggulan pengelolaan sampah mandiri.

“Banyak institusi di bawah naungan Kemenag yang telah menerapkan konsep zero waste dan bank sampah, menjadikan mereka laboratorium hidup bagi pendidikan lingkungan,” kata dia.

Baca juga: Kementerian bersama TNI dan Polri perkuat komitmen moderasi beragama

Pengalaman empiris di lapangan ini, kata dia, menjadi fondasi strategi Kemenag ke depan.

Melalui integrasi Gerakan Indonesia Asri dan Ekoteologi, Kemenag akan melakukan eskalasi program yang lebih terstruktur.

“Fokus utamanya adalah pengarusutamaan peran serta seluruh lapisan masyarakat secara meluas. Strategi ini akan dijalankan melalui dua jalur utama, edukasi akademik di lembaga pendidikan dan edukasi spiritual melalui mimbar-mimbar keagamaan,” katanya.

Kemenag menyadari bahwa teknologi pengolahan sampah secanggih apa pun tidak akan efektif tanpa perubahan perilaku manusianya.

Baca juga: Menag tegaskan bahwa kompetensi SDM dan teknologi dalam birokrasi Kemenag

Oleh karena itu, melalui khotbah, ceramah, dan kurikulum pendidikan agama, pesan-pesan Indonesia Asri akan diinternalisasi sebagai nilai ibadah.

Ia menjelaskan pendekatan kultural dan teologis ini mampu menyentuh kesadaran terdalam umat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.

“Dengan memadukan kekuatan jaringan struktur Kemenag dan pendekatan ekoteologi yang humanis, fondasi masyarakat yang sadar lingkungan diharapkan dapat terbentuk dengan kokoh,” kata dia.


 



Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026