Jakarta (ANTARA) - Di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua dan pemangku kebijakan terhadap tekanan sosial, perilaku berisiko, dan krisis ruang aman bagi remaja, RAW Festival 2026 hadir sebagai platform kolaboratif yang mendorong ekspresi positif, ketahanan mental, dan pilihan hidup yang sehat bagi generasi muda.
RAW Festival 2026 akan diselenggarakan pada 24 Januari 2026 di Hall Basket Senayan, Jakarta, dengan target kehadiran sekitar 5.000 remaja usia 12-19 tahun.
“Kami melihat banyak remaja sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi minim ruang aman untuk mengekspresikannya. RAW Festival 2026 bukan hanya acara, melainkan ekosistem dukungan, tempat remaja bisa menunjukkan kemampuan, berkolaborasi, dan merasa diakui tanpa harus terjebak pada tekanan sosial seperti rokok, bullying, atau perilaku berisiko lainnya,” ujar Dian Rosdiana- Executive Director Jalin Foundation, perwakilan penyelenggara RAW Festival 2026 dalam keterangan tertulis, Selasa.
Acara ini akan menghadirkan RAN, Sukses Lancar Rezeki, dan Ucup POP sebagai bintang tamu, serta berbagai aktivitas berbasis olahraga, kreativitas, dan budaya populer yang relevan dengan dunia remaja saat ini.
Festival ini merupakan puncak dari rangkaian RAW League 2026, program pra-event yang melibatkan sekolah dan komunitas melalui kompetisi futsal dan gim kompetitif (Mobile Legend). Pendekatan berjenjang ini dirancang untuk membangun partisipasi, rasa kepemilikan, dan interaksi sosial yang sehat sejak tahap awal.
RAW Festival dibangun di atas tiga nilai utama: Resilient, awesome, dan wise - ketangguhan dalam menghadapi tantangan, kepercayaan diri yang autentik tanpa ketergantungan pada validasi negatif, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Berbeda dari festival konvensional, RAW Festival mengintegrasikan unsur edukasi sosial, gaya hidup remaja yang positif, kolaborasi komunitas, serta aktivitas yang mendorong interaksi sehat antar remaja. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan orang tua dan pemerintah dalam menyediakan kegiatan preventif berbasis komunitas.
Penyelenggara menilai bahwa dukungan dari orang tua, institusi pendidikan, media arus utama, dan pemangku kebijakan menjadi kunci keberlanjutan gerakan ini. RAW Festival diharapkan dapat menjadi model acara remaja yang bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter generasi muda perkotaan.
“Kami mengajak para orang tua dan pembuat kebijakan untuk melihat RAW Festival 2026 sebagai mitra strategi, sebuah ruang kolaborasi yang relevan dengan tantangan remaja hari ini dan visi pembangunan generasi muda ke depan,” tambah Dian Rosdiana.
Dengan mengusung tema #GenerasiGaButuhValidasi, RAW Festival 2026 menegaskan pesan bahwa anak muda dapat membangun jati diri, prestasi, dan rasa percaya diri melalui passion positif dan lingkungan yang suportif.
RAW Festival adalah platform pemberdayaan remaja yang lahir dari percakapan nyata tentang kehidupan anak muda perkotaan. Dibangun oleh dan untuk generasi muda, RAW Festival berfokus pada penciptaan ruang aman, inklusif, dan berdampak melalui olahraga, seni, budaya, dan kreativitas.
Informasi lebih lanjut, bisa kunjungi seluruh akun social media (Instagram, TikTok, dan Youtube: @generasiraw
