Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada 2026 menjadi sebesar Rp29 miliar dibandingkan target pendapatan 2025 yang sebesar Rp49 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi di Bantul, Senin, mengatakan, penurunan target PAD pariwisata tersebut dikarenakan target yang ditetapkan tahun sebelumnya tidak realistis dengan kondisi perkembangan kepariwisataan Bantul.
"Untuk PAD pariwisata Bantul sampai dengan momen libur Natal dan Tahun Baru ini baru sebesar Rp25 miliar, target tahun depan nampaknya sudah diturunkan mendekati angka realistis, kemarin disepakati kurang lebih Rp29 miliar," katanya.
Menurut dia, selama tiga hingga empat tahun terakhir target pendapatan pariwisata Bantul selalu tinggi sebesar Rp49 miliar, dan realisasi pendapatan yang diraih selama satu tahun belum pernah tercapai.
"Belum pernah ada sejarahnya dan paling tinggi capaian di Bantul Rp30 miliar, tahun depan kami kemarin dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) sudah menyepakati sekitar Rp29 miliar," katanya.
Meski demikian, kata dia, target pendapatan pariwisata pada tahun 2026, masih menunggu keputusan final penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2026.
Baca juga: Wisatawan libur Natal di Bantul tembus tiga puluh delapan ribu orang
Baca juga: Bantul imbau pengelola wisata terapkan standar CHSE
Baca juga: Dispar Bantul DIY cari lokasi ideal tempatkan TPR wisata Pantai Parangtritis
