Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Tiga destinasi wisata pantai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur masih menghadapi persoalan tahunan berupa tumpukan sampah kiriman yang memerlukan penanganan bersama dan lintas-sektor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Ardian Candra, Senin, mengatakan, Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren tetap menjadi tujuan utama wisatawan, terutama saat libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru.
"Ketiga pantai ini masih menjadi primadona karena aksesnya mudah melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) dan lokasinya saling berdekatan," kata Ardian.
Ia menjelaskan wisatawan yang masuk kawasan Pantai Gemah dapat sekaligus mengakses Pantai Bayem, sedangkan Pantai Midodaren berada di jalur yang sama dengan pengelolaan tiket tersendiri.
Meski tingkat kunjungan tinggi, Ardian mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, tumpukan sampah bukan disebabkan lemahnya pengelolaan kawasan wisata, melainkan faktor alam.
Ketiga pantai tersebut berada dekat Terowongan Niyama yang menjadi muara aliran sungai dari wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
"Ketika curah hujan tinggi, terowongan dibuka untuk mengalirkan debit air ke laut selatan. Aliran itu kerap membawa material sampah rumah tangga ke kawasan pantai," ujarnya.
Baca juga: DLHK Badung Bali angkut 40 ton sampah kiriman di sepanjang pantai akhir tahun
Baca juga: KLH beri sanksi pengelola Pantai Indah Kapuk guna pastikan pengelolaan sampah mandiri
Baca juga: Pemkot Bengkulu pasang 1.000 tempat sampah di sepanjang kawasan pantai
