Jakarta (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Humas Kemenag Award 2025, dengan kategori Pengelolaan Media Sosial PTKN Terbaik dan Pengelolaan Website PTKN Terbaik.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin dan Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar.
“Prestasi ini adalah milik kita bersama, dan semoga semakin memotivasi dalam menghadirkan layanan informasi publik yang profesional dan berkualitas,” ujar Asep dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Baca juga: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tembus top kampus terbaik Indonesia versi QS WUR 2026
Baca juga: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pastikan hak karyawan terpenuhi usai integrasi yayasan
Untuk kategori Pengelolaan Media Sosial PTKN Terbaik, turut mendapatkan penghargaan sejumlah PTKN lainnya, yaitu UIN Raden Inten Lampung, UIN Samarinda, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang.
Sedangkan untuk kategori Pengelolaan Website PTKN Terbaik, terpilih sebagai penerima penghargaan yang sama UIN Arraniry Aceh, UIN Raden Inten Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Palu.
Asep mengatakan perolehan dua penghargaan ini perlu dimaknai seluruh sivitas akademika UIN Jakarta untuk bersama-sama menghadirkan pengelolaan informasi publik yang unggul, modern, dan responsif di era digital.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan informasi publik harus terus kita hadirkan secara unggul, modern, dan responsif di era digital,” kata dia.
Baca juga: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta komitmen jadi pusat pengembangan gagasan pendidikan
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan komunikasi publik yang solid dan selaras di seluruh satuan kerja Kementerian Agama.
“Ini identitas kita sebagai kementerian yang bekerja dengan nilai, dengan empati, dan dengan tanggung jawab moral,” ujar Menag.
Menag menyebutkan di setiap unit kerja, mulai dari Kanwil, KUA, madrasah, pesantren, hingga kampus PTKN, selalu lahir cerita-cerita kebaikan dari kerja tulus ASN Kemenag. Namun Menag juga mengingatkan bahwa prestasi tidak boleh menjadikan jajaran Kemenag larut dalam pujian.
“Tugas kita sebagai pimpinan adalah memastikan cerita baik itu terdengar, tersampaikan, dan dirasakan publik,” kata dia.
