Purwokerto (ANTARA) - Sore itu, di area Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Aryo duduk santai sambil menikmati kopi hangat yang disediakan gratis.
Sambil menunggu pengisian daya mobil listriknya, Aryo mengaku merasakan perubahan besar dalam cara ia menjalani perjalanan sehari-hari yang terasa lebih senyap, lebih hemat, dan menghadirkan ketenangan baru dalam hidupnya.
Bagi Aryo, keputusan beralih ke kendaraan listrik bermula dari pengalamannya dengan mobil lamanya yang berkapasitas 2.200 cc. Setiap kali bepergian keluar kota, ia harus merogoh kocek cukup dalam karena sedikitnya mengeluarkan biaya Rp1 juta untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Akan tetapi sejak menggunakan mobil listrik, cukup dengan Rp250 ribu sudah bisa melakukan perjalanan dengan jarak tempuh yang sama, seperti ketika menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil.
Penghematan itu bukan sekadar angka, melainkan dampak yang ia rasakan langsung pada keuangan keluarga. “Jujur, terasa banget bedanya. Buat saya, itu membantu mengatur pengeluaran. Rasanya lebih ringan," kata Aryo.
Bukan hanya hematnya yang membuatnya jatuh hati pada kendaraan listrik. Suara yang nyaris tak terdengar dan minimnya getaran mesin membuat ia merasa mendapat kualitas perjalanan yang jauh lebih nyaman, meskipun awalnya merasa aneh karena terlalu senyap.
Sejak beralih ke mobil listrik, kebiasaan perjalanannya pun berubah, karena saat mengisi daya kendaraan menjadi momentum beristirahat. “Dulu kalau isi bensin, ya cuma berhenti sebentar. Sekarang lebih santai, bisa sambil ngopi dan kerja sebentar, sehingga kayak punya ritme baru," katanya.
Pengguna lainnya, Hani mengaku sempat merasa ragu ketika pertama kali membeli kendaraan listrik, terutama karena kekhawatiran sulit menemukan SPKLU di perjalanan panjang. Akan tetapi keraguan itu segera sirna karena ketika sedang dalam perjalanan panjang, keberadaan SPKLU dapat mudah diketahui melalui aplikasi PLN Mobile dan jumlahnya terus bertambah.
Bagi Hani, perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik justru menghadirkan pengalaman baru yang lebih menenangkan. “Kalau baterai tinggal sedikit, tinggal buka aplikasi. Sudah kelihatan jaraknya, dayanya berapa, dan kondisi SPKLU-nya," katanya.
Peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik di Purwokerto tidak terjadi begitu saja. PLN UP3 Purwokerto menjadi pihak yang paling sibuk menyiapkan infrastruktur untuk menjawab kebutuhan itu.
Team Leader Administrasi dan Umum PLN UP3 Purwokerto Fahmi Arif Rahman mengatakan bahwa jumlah pengguna mobil listrik di wilayah Banyumas dan sekitarnya mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Dulu, SPKLU ramai hanya saat libur panjang, seperti Idul Fitri atau Tahun Baru. Sekarang hari biasa pun penuh, bahkan kadang ada antrean.
Perubahan pola tersebut menunjukkan semakin banyak warga yang menemukan kenyamanan kendaraan listrik dalam rutinitas mereka. PLN UP3 Purwokerto terus berupaya menyediakan banyak titik SPKLU, baik di kantor layanan, area publik, hingga ruang wisata yang tersebar di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Di Kabupaten Banyumas, SPKLU tersebar di UP3 Purwokerto sebanyak dua unit (22 kW dan 100 kW), Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purwokerto Kota Berkoh sebanyak dua unit (50 kW dan 22 kW), serta ULP Banyumas, ULP Ajibarang, ULP Wangon, dan Hotel Queen Baturraden, masing-masing satu unit (22 kW). Sementara di Purbalingga berada di ULP Purbalingga sebanyak dua unit (25 kW dan 7 kW) serta Kopi Bathok dan Rest Area Chengho, masing-masing satu unit (22 kW).
Selanjutnya di Banjarnegara, tersedia di ULP Banjarnegara dan Pusat Kuliner Banjarnegara, masing-masing satu unit (22 kW), sedangkan di Wonosobo tersedia di ULP Wonosobo sebanyak dua unit (25 kW dan 7 kW) serta Masjid Dieng sebanyak satu unit (22 kW).
PLN ingin pengguna merasakan keamanan ketika bepergian. Dengan titik yang makin banyak, perjalanan semakin tenang.
Berdasarkan testimoni sejumlah pengguna SPKLU di PLN UP3 Purwokerto, pihaknya menemukan bahwa sebagian besar pengguna merasa pengeluaran bahan bakarnya turun lebih dari 50 persen.
Meskipun harga kendaraan listrik masih relatif tinggi, pengguna untuk jangka panjang dapat merasakan manfaat signifikan dari hemat biaya operasional. Pengguna tidak perlu lagi memikirkan biaya pergantian oli, filter udara, dan komponen mesin lain serta perawatan mobil listrik jauh lebih sederhana.
Lebih lanjut, Fahmi mengatakan di beberapa lokasi, seperti SPKLU PLN UP3 Purwokerto, disediakan ruang tunggu dengan fasilitas kopi, teh, dan tempat bersantai. Lokasi SPKLU yang tidak jauh dsri Alun-Alun Purwokerto dan mal itu sering ramai pada sore hari. sehingga tidak sedikit pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya sembari berbelanja.
Sebagai upaya untuk mempercepat adaptasi masyarakat, PLN rutin melakukan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik dan gaya hidup berbasis listrik (electrifying lifestyle). Kegiatan itu dilakukan melalui Fun Run with PLN Mobile pada 2024, Seminar dan Lomba IoT Nasional bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada 5 November 2025, serta edukasi kompor induksi di sekolah, instansi, dan perusahaan.
Perusahaan milik negara itu hadir dengan tujuan agar masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga merasakan langsung manfaat teknologi listrik.
Ya, tren kendaraan listrik tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, juga membawa banyak dampak positif. Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mampu menekan biaya perjalanan hingga lebih dari 50 persen dibanding kendaraan berbahan bakar fosil, juga membantu mengurangi emisi karbon.
Dalam hal ini, setiap pengguna kendaraan listrik berkontribusi pada udara yang lebih bersih, pengurangan kebisingan, hingga efisiensi energi. Dengan demikian, kendaraan listrik bukan sekadar moda transportasi baru, tapi bagian dari gaya hidup masa depan.
Dari cerita Aryo dan Hani, terlihat bahwa kendaraan listrik tidak hanya mengubah cara orang berkendara, melainkan juga mengubah ritme hidup, kebiasaan harian, hingga cara masyarakat berinteraksi.
Di Purwokerto dan kabupaten sekitarnya, warga perlahan menemukan gaya hidup baru, lebih efisien, lebih nyaman, dan lebih tenang, berkat hadirnya teknologi kendaraan listrik yang terus didukung oleh ketersediaan SPKLU.
