Washington (ANTARA) - Badan antariksa AS NASA berencana memanfaatkan drone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membangun pangkalan permanen di Bulan dan mendukung eksplorasi di satelit alami Bumi itu.
Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia-Galan mengatakan AI dapat digunakan untuk mengoperasikan drone, seperti menjelajahi dan memetakan area guna menentukan lokasi pendaratan yang aman.
"Saya pikir AI akan sangat membantu kami dalam hal itu," kata dia dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan pada Senin (1/6).
Baca juga: NASA berencana lakukan pendaratan di Bulan setiap tahun mulai 2027
Baca juga: AS harus kalahkan China dalam perlombaan ke bulan
Menurut Garcia-Galan, NASA masih berada pada tahap sangat awal dalam proyek pangkalan Bulan sehingga pengembangan berbagai sistem masih dilakukan melalui proses uji coba dan perbaikan.
"Kami masih berada di awal proses. Saat ini, kami sedang membangun sistem, menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, dan drone yang dipakai saat ini hanyalah tahap awal," katanya.
Pada Maret, NASA mengumumkan rencana pembangunan bertahap pangkalan permanen di Bulan.
Tahap pertama mencakup pengiriman kendaraan transportasi ke Bulan serta pembangunan infrastruktur dasar untuk pasokan listrik, penelitian ilmiah, dan komunikasi.
Baca juga: Presiden Trump segera umumkan pengganti Jared Isaacman di NASA
Tahap kedua akan berfokus pada pengembangan infrastruktur layak huni dan sistem logistik yang menyerupai kondisi di Bumi melalui kerja sama dengan berbagai badan antariksa internasional.
Tahap terakhir ditujukan agar kehadiran manusia di permukaan Bulan dimungkinkan dalam jangka panjang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.