Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta seluruh sekolah di wilayah itu memperketat pengawasan terhadap kegiatan siswa, termasuk pada jam istirahat untuk mencegah terjadinya perundungan (bullying).
"Saya sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Karawang untuk memastikan para kepala sekolah dan guru agar lebih intens bertanya serta memantau keadaan para siswanya setiap hari," kata Aep di Karawang, Selasa.
Jika ada siswa atau pelajar di lingkungan sekolahnya yang terlihat takut atau tidak nyaman, maka harus langsung ditangani.
Baca juga: Bupati Karawang pimpin langsung penertiban bangunan liar di sepanjang akses gerbang tol
Baca juga: Bupati Karawang salurkan BLT DBHCT kepada 1.307 pekerja industri tembakau
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang Wawan Setiawan menyampaikan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Perundungan di seluruh sekolah di wilayah Karawang.
Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah tegas menekan kasus perundungan yang masih terjadi di lingkungan sekolah.
Menurut dia, pembentukan Satgas Anti Perundungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan, sekaligus meningkatkan sosialisasi terkait bahaya dan penanganan perundungan di sekolah.
Baca juga: Bupati Karawang akan tindaklanjuti laporan penipuan senilai 1,2 miliar oleh seorang camat
Ia mengatakan, pembentukan Satgas Anti Perundungan ini tidak hanya melibatkan pihak sekolah. Namun juga menggandeng pihak lain seperti pihak kepolisian dan kejaksaan.
“Karena memang kita ada dari Binmas Polri, dan dari Kejaksaan Negeri melalui program 'Jaksa Masuk Sekolah'. Jadi Satgas Anti Bullying ini melibatkan unsur Polri dan Kejaksaan untuk antisipasi dan sosialisasi,” katanya.
Ia berharap dengan adanya Satgas itu, lingkungan sekolah di Karawang dapat menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026