Bogota, Kolombia/Istanbul (ANTARA) - Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Venezuela pada Selasa untuk memprotes ancaman AS yang semakin meningkat terhadap negara itu, sambil menunjukkan dukungan bagi Presiden Nicolas Maduro.
Di ibu kota Caracas, para demonstran memenuhi jalan-jalan selama "Pawai Bendera dan Pedang Pembebasan Simon Bolivar," dengan membawa bendera Venezuela berukuran besar dan mengecam penambahan militer AS di Karibia.
Para peserta mengecam pengerahan pasukan tersebut sebagai "ancaman dan serangan," sementara banyak yang berbaris dengan foto-foto Maduro dan meneriakkan slogan-slogan pro-pemerintah.
Para petugas polisi, tentara, anggota milisi, dan sejumlah besar warga sipil bergabung dalam pawai tersebut, yang menurut penyelenggara bertujuan untuk menunjukkan persatuan melawan potensi intervensi AS.
Baca juga: AS beri jalur aman untuk Presiden Venezuela Maduro jika digulingkan
Baca juga: Venezuela sebut tekanan AS ke Caracas dapat ganggu pasar energi global
Berjalan bersama para demonstran, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan bahwa rakyat Venezuela "semakin bersatu setiap hari," bertekad untuk mempertahankan kebebasan mereka.
Cabello memperingatkan bahwa negara itu akan melindungi dirinya sendiri dengan segala cara yang tersedia, dengan menyatakan: “Akhir-akhir ini, ancaman imperialisme dan serangan oleh mereka yang merasa menguasai dunia telah meningkat. Niat mereka adalah untuk merebut sumber daya alam Venezuela.”
Aksi protes tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah AS menetapkan Cartel de los Soles—sebuah jaringan kriminal yang diklaim Washington diarahkan oleh Maduro dan pejabat senior Venezuela—sebagai organisasi teroris asing.
Baca juga: Venezuela pecat Fernando Batista
Pemerintah Venezuela mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai upaya menciptakan dalih untuk intervensi.
Para pejabat AS juga telah mengerahkan USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, beserta gugus tugasnya ke kawasan Amerika Latin, dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari operasi antinarkotika internasional.
Maduro menanggapinya dengan mengumumkan mobilisasi 4,5 juta anggota milisi di seluruh negeri, dan mengatakan Venezuela siap menangkal "serangan apa pun."
Sumber: Anadolu
