Bogor (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi penopang bagi masyarakat kecil dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak. Salah satunya dirasakan oleh Juniaidi (49), seorang pedagang gerobakan Sate Padang di Kawasan Kabupaten Bogor. Dengan penghasilan yang tidak tetap, ia mengaku sangat terbantu karena keluarganya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan segmentasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.
“Kalau tidak ada BPJS kesehatan, mungkin saya akan kesulitan kalau ada keluarga yang sakit. Anak saya sempat dirawat beberapa waktu lalu, dan semua biaya pengobatannya ditanggung penuh. Saya tidak keluar uang sepeserpun saat cek kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10).
Juniaidi menuturkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang diterima keluarganya berjalan lancar. Ia membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan, dan setelah itu dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Semua proses administrasi berjalan cepat dan tidak rumit.
Baca juga: Pegawai swasta ini empat kali DBD semua ditanggung BPJS Kesehatan
“Dari puskesmas sampai ke rumah sakit, pelayanannya baik dan cepat. Petugasnya membantu dari awal sampai akhir, jadi saya tidak bingung sama sekali. Cukup tunjukkan KTP kalau saya belum daftar, tapi kalau sudah daftar di MJKN ya tinggal tunjukkin aja deh. Langsung ditangani kok,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa sebelum mengalami sendiri, dirinya sempat mendengat anggapan bahwa layanan BPJS Kesehatan lambat dan dibedakan dengan pasien umum. Namun, pengalaman pribadinya justru membuktikan hal sebaliknya.
“Saya pikir awalnya bakal ribet atau nunggu lama. Tapi ternyata enggak. Anak saya langsung ditangani dengan baik. Dokternya ramah, perawatnya juga sigap. Jadi saya merasa sangat terbantu,” katanya.
Juniadi juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program JKN ini memberikan rasa aman bagi keluarganya. Sebagai pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu, ia merasa tenang karena ada perlindungan kesehatan yang menjamin bila sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang sakit.
Baca juga: Dulu ragu kini bersyukur, kisah Sukirman berobat tanpa keluar biaya
“Bagi saya yang penghasilannya harian kayak saya ini benar-benar sangat membantu. Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya enggak sanggup. Sekarang saya enggak takut lagi kalau ada keluarga yang sakit karena tahu ada BPJS yang siap bantu,” ujarnya.
Bagi Juniadi, program JKN bukan hanya soal pengobatan, tapi juga memberikan rasa aman bagi keluarganya. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, memiliki perlindungan kesehatan seperti ini membuatnya bisa lebih tenang bekerja setiap hari tanpa harus takut jika sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang sakit.
Ia pun memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk berbagai keperluan, mulai dari mengecek status kepesertaan, fasilitas kesehatan, hingga Riwayat pelayanan.
“Sekarang sudah mudah, semua bisa dicek dari HP. Saya nggak perlu repot ke kantor BPJS lagi, terus kalau mau berobat antri berobatnya ga lama karena saya udah daftar antreannya dari rumah,” tambahnya.
Baca juga: Sembuh usus buntu, tak keluar uang berkat BPJS Kesehatan
Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan rendah. Melalui layanan digital seperti Mobile JKN, masyakat kini dapat dengan mudah mengakses informasi dan layanan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
“Dengan kemudahan ini saya tidak takut lagi untuk mengandalkan BPJS ketika keluarga saya memerlukan pengobatan, apalagi anak-anak saya yang perlu perlindungan yang sangat ketat,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong dan solidaritas sosial, jutaan peserta seperti Juniadi telah merasakan manfaat nyata dari program JKN. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa jaminan kesehatan bukan lagi hal yang sulit dijangkau, tetapi hak setiap warga negara Indonesia.
