Jakarta (ANTARA) - Forum Pemimpin Redaksi Indonesia atau Forum Pemred mengadakan acara Anugerah Jurnalistik Forum Pemred (AJFP) 2025 untuk mengampanyekan praktik jurnalisme berkualitas, meningkatkan literasi publik, serta membangun kekuatan untuk melawan misinformasi dan disinformasi.
Tema "Melawan Misinformasi dan Disinformasi: Jurnalisme untuk Kebenaran Publik" dipilih dalam pelaksanaan AJFP 2025 untuk menekankan bahwa kualitas jurnalisme merupakan pilar utama dalam menjaga ruang publik yang sehat, demokratis, dan berorientasi pada fakta.
Ketua Forum Pemred Retno Pinasti dalam keterangan persnya pada Senin (17/10) mengemukakan pentingnya integritas, adaptasi terhadap teknologi, serta kepatuhan pada etika pemberitaan dalam praktik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
AJFP 2025 diselenggarakan untuk mendorong liputan-liputan yang dapat menggugah kesadaran mengenai pentingnya kehadiran jurnalisme berkualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dewan juri AJFP 2025 terdiri atas pemimpin redaksi anggota Forum Pemred, yakni Zulfiani Lubis, Titin Rosmasari, Haryo Ristamaji, dan Haryo Damardono.
Pemenang AJFP 2025 diumumkan dalam rangkaian acara Run For Good Journalism 2025 di Jakarta pada Minggu (16/11).
Dalam kategori Radio, penghargaan pertama diberikan kepada Ahmad Setiawan dari Elshinta dengan karya berjudul "Peran Vital Media Mainstream dan Kode Etik Jurnalistik dalam Memerangi Disinformasi dan Provokasi di Media Sosial."
Dalam kategori Televisi, Dwi Firmansyah dari SCTV menjadi pemenang pertama dengan karya berjudul "Fakta VS Hoaks: Perebutan Narasi Demonstrasi Akhir Agustus 2025."
Dalam kategori Media Cetak, Despian Nurhidayat dari Media Indonesia menjadi pemenang pertama dengan karya berjudul "Jurnalisme Benteng Pertahanan Arus Misinformasi" dan Fazry dari Koran Rakyat Merdeka menjadi pemenang kedua dengan karya "Melawan Hoax, Menjaga Demokrasi: Jurnalisme Benteng Kebenaran Publik."
Dalam kategori Media Online, Artika Rachmi Farmita dari TEMPO.co menjadi pemenang pertama dengan karya berjudul "Manipulasi Iklan Obat dengan Kecerdasan Buatan."
Baca juga: Forum Pemred nyatakan negara harus pastikan tidak ada penghalangan kerja pers
Baca juga: Bank Syariah Indonesia jalin kolaborasi dalam Forum Pemred Charity
Baca juga: Forum Pemred jelaskan strategi hadapi tantangan pers
Pewarta: Sri Dewi LarasatiEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026