Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) melakukan revitalisasi sembilan bahasa daerah dari enam kabupaten melalui kemah penulisan cerita pendek (cerpen) bagi siswa SD dan SMP.
“Tujuan kegiatan ini untuk melatih siswa lebih intensif lagi dalam menulis cerpen sekaligus memberi warna baru dalam menulis cerita berbahasa daerah,” kata Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra BBP NTT Pangkul Ferdinandus, di Kupang, Senin.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan program tunas bahasa ibu agar generasi muda terus mengasah kemampuan generasi berbahasa daerah, baik dalam ranah lisan maupun tulisan.
“Pelatihan ini juga sebagai bekal bagi siswa agar bisa mengembangkan bakat dan potensi serta mendukung iklim literasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Peserta berasal dari enam kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Tengah, Rote Ndao, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Alor, dan Manggarai Barat. Terdapat 20 peserta siswa dan 20 pendamping dari kalangan guru maupun dinas.
“Hasil dari kegiatan ini berupa karya bahasa daerah maupun bahasa Indonesia, yang selanjutnya akan dibukukan dan dikirimkan ke sekolah-sekolah tempat siswa berasal,” katanya.
Baca juga: Banyuwangi lestarikan bahasa daerah lewat festival literasi
Baca juga: Pemkab Tulungagung gelar lomba mendongeng gunakan bahasa Jawa bagi siswa SD
Baca juga: Batang gencarkan penggunaan bahasa daerah
