Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Asosiasi Kontraktor Hijau Indonesia (AKHI) mendorong percepatan transformasi industri konstruksi menuju pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Green Contractor Gathering 2025 di Jakarta Convention Center, Sabtu.

Acara yang diikuti lebih dari 500 peserta dari perusahaan konstruksi nasional, akademisi, dan lembaga sertifikasi lingkungan ini mengangkat tema “Transforming Construction Toward Sustainable Future”.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Roni Purnomo, menyampaikan bahwa transformasi hijau menjadi agenda wajib dalam rantai nilai industri konstruksi di Indonesia.

“Transisi menuju konstruksi hijau bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Pemerintah berkomitmen memperkuat regulasi dan memberikan insentif bagi kontraktor yang menerapkan prinsip ramah lingkungan,” ujarnya.

Berbagai topik strategis dibahas dalam forum ini, antara lain efisiensi energi proyek, pengelolaan limbah bangunan, pemanfaatan material daur ulang, dan penggunaan teknologi digital untuk pemantauan emisi karbon.

Panel diskusi menghadirkan perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Green Building Council Indonesia (GBCI), serta praktisi industri konstruksi berkelanjutan.

Ketua Umum AKHI, Taufan Adiputra, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat profesional dalam mempercepat penerapan konstruksi hijau.

“Kami ingin mengubah paradigma lama. Konstruksi tidak hanya soal kekuatan dan efisiensi biaya, tetapi juga dampak lingkungan dan keberlanjutan sosial,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AKHI dan GBCI menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai sertifikasi Green Contractor berbasis standar internasional yang akan mulai diberlakukan secara nasional pada 2026.

Acara juga menampilkan Green Construction Expo, yang memperkenalkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan seperti beton rendah karbon, panel surya modular, dan alat berat hemat energi.

Sejumlah perusahaan nasional seperti Waskita Karya, Wijaya Karya, dan Hutama Karya turut memamerkan inisiatif keberlanjutan di proyek infrastruktur strategis.

Kegiatan ditutup dengan Green Contractor Award 2025 yang diberikan kepada perusahaan berprestasi dalam penerapan prinsip berkelanjutan. PT Wijaya Energi Nusantara meraih penghargaan Best Sustainable Project Implementation, sedangkan PT Citra Beton Hijau memenangkan kategori Innovation in Green Materials.

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026