Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat aktif mengambil sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai salah satu bentuk pengawasan dan memberikan jaminan keamanan pangan serta kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Jumat, mengatakan sampel makanan tersebut diambil secara acak dan berkala untuk dilakukan cek laboratorium.
"Dari hasil pengecekan selama ini, alhamdulillah belum ditemukan bahan pangan MBG yang berpotensi menyebabkan keracunan. Misalnya, untuk kandungan bakteri e.coli (Escherichia coli) rata-rata nol," katanya.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya kasus keracunan yang terjadi pada siswa di luar daerah, setelah mengonsumsi MBG.
Emirald mengatakan untuk menghindari hal serupa, Dinkes Kota Mataram rutin melakukan pengawasan dan pengambilan sampel makanan MBG yang dikelola di masing-masing dapur.
Langkah itu sebagai bentuk pengawasan sekaligus perhatian Pemerintah Kota Mataram guna memberikan jaminan keamanan pangan, kesehatan, dan kualitas MBG di Mataram sehat dan layak konsumsi.
"Dengan keterbatasan petugas dan waktu, kami tidak bisa melakukan pengambilan sampel secara menyeluruh. Jadi, sampel kami ambil secara acak," katanya.
