Lombok Tengah (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Bali dan Nusa Tenggara mendukung penuh kelancaran arus logistik ajang MotoGP Indonesia, yang akan digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika Nusa Tenggara Barat pada 3-5 Oktober 2025.
"Kelancaran arus barang menuju Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menjadi faktor penentu terselenggaranya ajang balap kelas dunia ini tepat waktu dan tanpa hambatan," kata Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Bali-Nusra R Fadjar Donnny Tjahjadi di Mataram, NTB, Kamis.
Ia mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi secara intensif bersama MGPA untuk melakukan tata kelola logistik MotoGP Mandalika menjelang digelar Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 3-5 Oktober 2025.
"Ini untuk memastikan setiap barang yang masuk sesuai ketentuan dan tepat waktu, sehingga tidak mengganggu jalannya persiapan maupun hari penyelenggaraan MotoGP," katanya.
Ia mengatakan MotoGP adalah ajang internasional yang memerlukan tata kelola logistik sempurna, memastikan masuk dan keluarnya logistik secara tepat, detil dan tepat waktu.
"Kami di Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Bali, NTB dan NTT selaku pimpinan yang membawahi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram (KPPBC TMP C Mataram) di NTB siap berkoordinasi dengan MGPA untuk menyukseskan persiapan MotoGP Mandalika terkait dengan persiapan kedatangan logistik, agar 'event' ini berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Iwan Kurniawan menekankan pentingnya memperkuat standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh MGPA, khususnya terkait aktivitas pelaku usaha yang berada di dalam area sirkuit.
