Kota Depok, Jawa Barat (ANTARA) - Tepat sepekan sejak dilantik pada Rabu 20 Agustus 2025, Sekretaris Daerah Kota Depok, Jawa Barat, Mangnguluang Mansur memastikan bahwa birokrasi bukan hanya soal administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan, melainkan harus memberikan manfaat nyata secara optimal kepada seluruh warga melalui pelayanan publik yang prima.
"Saya belajar banyak saat menjadi lurah dan camat. Dari sanalah saya tahu bagaimana masyarakat ingin dilayani dengan cepat dan sederhana," kata Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur sebagaimana informasi dari Diskominfo Kota Depok, Rabu.
Wali Kota Depok Supian Suri, yang juga mantan Sekretaris Daerah Kota Depok (2021-2024), melantik Sekretaris Daerah Kota Depok sebagai penggantinya, Mangnguluang Mansur, pada Rabu 20 Agustus 2025.
Mangnguluang Mansur yang kerap disapa Agung merupakan wajah senior di jajaran Pemerintah Kota Depok.
Baca juga: Pemerintah Kota Depok percepat digitalisasi keuangan daerah
Baca juga: Pemkot Depok tetapkan tujuh nama kandidat sekda lolos seleksi administrasi
Kepemimpinan Mangnguluang di jajaran Pemerintah Kota Depok, diawali saat menjadi Sekretaris Kelurahan Duren Mekar (2004), kemudian Lurah Curug (2007), Lurah Bojong Pondok Terong (2013), Camat Cinere (2018), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Depok (2021), dan Pelaksana Tugas Camat Cipayung (2024).
Mangnguluang Mansur menyampaikan bahwa pengalamannya dalam pemerintahan berbagai tingkatan tersebut dapat memahami berbagai tantangan dalam birokrasi.
"Bagi saya, birokrasi itu bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana kita bisa hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," kata alumnus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, Institut Ilmu Pemerintahan, dan Universitas Padjadjaran.
Baca juga: Pemkot Depok buka seleksi terbuka isi jabatan Sekda
Ia mengakui bahwa birokrasi di tingkat Kota Depok lebih kompleks dibandingkan dengan tingkatan sebelumnya, namun semua bermuara pada upaya memberikan pelayanan publik yang prima sehingga kehadiran pemerintah sangat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.
Suami dari Arumsari Prasetyowati dan ayah dari dua anak, Kayla Maharani dan Nadya Fitriani, ini mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan layanan pemerintah yang cepat dan efisien serta transparan dan akuntabel.
Mangnguluang Mansur, kelahiran Ujungpandang 7 April 1972, berharap jabatan yang diamanahkan kepada dirinya, mampu membawa semangat baru dalam mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang lebih baik.
