Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur menjadikan Festival Budaya Daerah TTS 2025 sebagai ruang edukasi dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal bagi generasi muda di wilayah tersebut.
“Festival ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan dan mengingatkan kembali generasi muda akan pentingnya pelestarian adat dan budaya daerah,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS Okran Betty dihubungi dari Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan perkembangan era globalisasi yang cukup pesat membuat kebudayaan daerah perlahan semakin luntur sehingga diperlukan langkah strategis dan kreatif generasi muda untuk melestarikan.
Hal itu, kata dia, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang bertujuan menjadikan kebudayaan sebagai investasi dan identitas bangsa.
“Karena itu, kami berharap festival ini membuka ruang bagi peserta didik dan masyarakat untuk menyalurkan bakat dan kreativitas serta mempererat persatuan antar generasi melalui kegiatan pelestarian seni dan budaya,” katanya.
Festival yang berlangsung sejak 21 Agustus hingga 2 September 2025 itu, juga digelar dalam rangka merayakan HUT Ke-80 RI di daerah setempat dan menyambut HUT Ke-103 Kota Soe, TTS.
