Jakarta (ANTARA) - Perusahaan farmasi berbasis bioteknologi, Etana Biotechnologies Indonesia (Etana), menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
CEO Etana Nathan Tirtana dalam keterangannya pada Sabtu mengatakan langkah ini penting untuk membangun ekosistem bioteknologi yang kuat di Indonesia.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai kesempatan untuk mempercepat hilirisasi riset, sehingga ide dan penemuan yang lahir dari kampus UGM dapat dengan cepat diimplementasikan di industri dan memberi dampak positif bagi kesehatan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Nathan.
Kerja sama ini melibatkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Fakultas Farmasi, Sekolah Pascasarjana, serta Pusat Studi Bioteknologi UGM. Fokus utama kolaborasi mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, dorongan terhadap inovasi riset, hingga penerapan hasil riset untuk memberi manfaat nyata bagi publik.
Nathan mengatakan sinergi akademisi dan industri menjadi kunci untuk kemajuan bioteknologi nasional. Menurutnya, universitas memiliki kekuatan dalam melahirkan riset dan sumber daya manusia unggul, sementara industri berperan mengubah inovasi menjadi solusi nyata.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat memperkuat peran Etana dalam mendukung universitas mencetak SDM yang berkualitas, berdaya saing global, dan siap berkarya di industri bioteknologi,” katanya.
Sementara itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menilai kemitraan ini akan membuka peluang bagi penguatan riset dan kontribusi bersama dengan industri dalam pengembangan produk, termasuk vaksin dan obat-obatan.
“Harapannya ini merupakan kerja sama jangka panjang. Kita selalu menekankan kemandirian, khususnya pada layanan kesehatan,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, Etana menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan talenta dan inovasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri bioteknologi global. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing internasional.
