Kabupaten Bogor (ANTARA) - IPB University memperkuat peran strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengembangan ekosistem ketahanan pangan nasional melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodiklat TNI di Jakarta, Senin.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Yos Sudarso Kodiklat TNI itu menghadirkan dua akademisi IPB University untuk membekali prajurit dan personel TNI dengan pendekatan mutakhir ketahanan pangan berbasis inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan desa.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University Handian Purwawangsa menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh keterhubungan antarsektor dan ketangguhan ekosistem usaha pangan.

“Ekosistem pangan harus dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. TNI memiliki posisi strategis sebagai katalisator penguatan rantai pasok dan pendampingan masyarakat,” ujar Handian.

Ia menekankan pentingnya inovasi model bisnis agromaritim, penguatan koperasi dan UMKM pangan, pemanfaatan teknologi digital untuk ketertelusuran produk, serta kolaborasi multi-pihak dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah dinamika pasar dan perubahan iklim.

Handian juga memperkenalkan konsep One Village One CEO (OVOC), yakni model pendampingan desa berbasis kepemimpinan kewirausahaan untuk mengorkestrasi potensi lokal, mengelola rantai nilai komoditas pangan, dan menghubungkan desa dengan pasar modern.

Konsep tersebut dinilai relevan untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor agromaritim.

Materi berikutnya disampaikan Dosen Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem IPB University Supriyanto yang menyoroti urgensi transformasi sistem produksi pangan seiring meningkatnya populasi, urbanisasi, dan kebutuhan pangan nasional.

Supriyanto menjelaskan tiga platform utama produksi pertanian masa kini, yakni budidaya lahan terbuka, greenhouse atau hidroponik, serta plant factory berbasis pencahayaan buatan yang menekankan efisiensi lahan dan teknologi presisi.

Menurut dia, pertanian modern perlu mengadopsi konsep smart farming melalui penggunaan sensor, otomasi, nutrisi terukur, hingga desain greenhouse tropis yang sesuai dengan iklim Indonesia.

Peserta juga dibekali materi teknis budidaya hortikultura, penggunaan mulsa dan drip irrigation, pemilihan varietas, sistem hidroponik NFT dan DWC, serta pengembangan urban farming seperti rooftop farming dan vertical farming.

Kodiklat TNI menyatakan Bimtek Ketahanan Pangan dirancang untuk meningkatkan kapasitas prajurit dalam memahami kompleksitas sistem pangan nasional serta mengadopsi pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di satuan masing-masing.(KR-MFS)



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026