Bandung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan berbagai kebijakan yang diambil pemerintah pusat dan daerah, telah meningkatkan kunjungan wisata di Jawa Barat baik wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara, pada akhir tahun 2025.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara baik yang melalui Bandara Kertajati dan menggunakan Whoosh, mengalami kenaikan secara bulanan (month to month/mtm) masing-masing 118,2 persen dan 34,5 persen. Sedangkan wisatawan nusantara naik 4,8 persen (mtm).

"Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah sebetulnya berpengaruh juga terhadap perjalanan wisata Jawa Barat, seperti long weekend dengan penetapan tanggal merah (cuti bersama), anjuran WFA, pelarangan wisata ke luar daerah bagi siswa sekolah, termasuk Gubernur Dedi Mulyadi berkantor di lima wilayah," kata Ninik di Gedung BPS Jabar di Bandung, Senin.

Baca juga: Wisata di TNGC harus kedepankan konservasi

Ninik mengungkapkan dalam data yang dihimpun BPS Jawa Barat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Kertajati sepanjang Desember 2025 sebanyak 395 kunjungan atau naik 118,23 persen dibandingkan November 2025 yang hanya sebanyak 181 kunjungan yang masih didominasi oleh wisatawan asal Singapura.

"Tapi secara perbandingan tahunan, kunjungan wisman memang kurang menggembirakan. Sepanjang 2025 kunjungan wisman hanya sebanyak 3.293 kunjungan, turun 68,06 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 10.309 kunjungan," ujar Ninik.

Meski demikian, Ninik menerangkan kabar menggembirakan justru datang dari kedatangan warga negara asing (WNA) ke Jawa Barat yang menggunakan Whoosh, yakni sebanyak 23.025 kunjungan sepanjang Desember 2025.

Angka ini naik 38,41 persen dibandingkan November 2025 yang hanya sebanyak 16.635 kunjungan. Bahkan secara tahunan (year on year/yoy) naik 34,55 persen dibandingkan Desember 2024.

Baca juga: Wisata ke Jabar naik di November 2025 dengan lonjakan wisawatan lokal dipicu studi tur

"Sepanjang tahun 2025, total WNA yang masuk ke Jawa Barat menggunakan Whoosh sebanyak 200.308 kunjungan atau naik 41,09 persen dibandingkan 2024 yang hanya sebanyak 141.971 kunjungan WNA," ucap Ninik.

Adapun perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), Ninik mengungkapkan pendataan menggunakan "Big Data" berupa "Mobile Positioning Device (MPD)" dengan memanfaatkan "tracking" data sinyal seluler dengan berbagai ketentuan.

Sehingga didapatkan jumlah perjalanan wisnus Desember 2025 mencapai 18,53 juta perjalanan, naik 4,89 persen dibandingkan November 2025 yang sebanyak 17,66 juta perjalanan.

"Perjalanan wisnus 2025 mencapai 211,76 juta perjalanan, naik 26,50 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 167,40 juta perjalanan. Dan ini menjadi rekor tertinggi sejak tahun 2021," ucap Ninik.

Daerah tujuan utama wisnus masih seputar Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya dengan persentase sebanyak 52,06 persen sepanjang 2025.

Kota Bogor menjadi daerah tujuan wisnus tertinggi sebesar 15,04 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 11,45 persen dan Kota Bekasi sebesar 6,82 persen.

Baca juga: DPRD Jabar pacu sektor wisata lewat ekspansi rute penerbangan baru

Hunian Hotel

Peningkatan kunjungan wisman dan Wisnus berimbas kepada kenaikan tingkat penghunian kamar hotel (TPK) bintang di Jawa Barat, di mana per Desember 2025 mencapai 58,13 persen atau naik 4,59 poin daripada November 2025.

Walau demikian, secara tahunan (yoy) TPK mengalami penurunan sebesar 0,43 poin dibandingkan Desember 2024.

Kota Bandung menjadi kota yang memiliki TPK hotel bintang tertinggi yaitu sebesar 69,64 persen, diikuti Kota Cirebon sebesar 66,26 persen dan Kota Bogor sebesar 65,24 persen.

Sementara itu TPK hotel non bintang pada Desember 2025 sebesar 27,51 persen, naik 4,03 poin dibandingkan November 2025 yang sebesar 23,48 persen. Secara tahunan juga mengalami kenaikan sebesar 0,66 poin dibandingkan Desember 2024.

"Dari data TPK tersebut didapatkan jumlah rata-rata lama menginap tamu asing yaitu mencapai 2,38 malam, sedangkan rata-rata menginap tamu domestik mencapai 1,28 malam. Dengan Purwakarta yang memiliki rata-rata lama menginap tamu asing terlama mencapai 6,28 malam, diikuti Karawang mencapai 6,23 malam," tutur Ninik.

 



Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026