Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan memberikan sanksi berat kepada pemilik tiga truk tanki tinja yang kedapatan membuang limbah domestik ke saluran drainase kota di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Kami akan memberikan sanksi berat, termasuk pencabutan izin usaha bagi perusahaan pengangkut yang terbukti melanggar," kata Ketua Subkelompok Penegakan Hukum DLH DKI Jakarta Hugo Efraim di Jakarta, Senin.
Menurut dia, aksi pembuangan limbah tinja secara sembarangan itu terjadi pada Sabtu (9/8) dan melanggar Pasal 21 huruf c Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Baca juga: DLH Jakarta selidiki video viral tiga truk buang muatan ke saluran air Jalan DI Panjaitan
Baca juga: DLH DKI Jakarta sebut kolaborasi lintas sektor jadi kunci pengelolaan lingkungan
Ia menjelaskan penindakan dilakukan tim gabungan Subkelompok Penegakan Hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Polres Jakarta Timur.
Hugo mengatakan penelusuran dilakukan sejak Sabtu (9/8) hingga Minggu (10/8) dan pada Senin pagi (11/8), satu kendaraan bernomor polisi B 9043 TNA berhasil diamankan.
"Dari keterangan sopir, terungkap lokasi dua armada lain yang terlibat, masing-masing B 9422 TFA dan B 9225 QA," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan armada B 9043 TNA milik PT Putra Ogan Sejahtera. Perusahaan ini pernah melakukan pelanggaran serupa pada 18 Mei 2022 (B 9053 TFA) dan 21 November 2022 (B 9631 UFA).
