Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan warga Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng yang sebagian besar bekerja sebagai petani ikan, setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (9/8) malam.
Bantuan disalurkan langsung di Bogor, Minggu, ke tiga dusun yang terdampak banjir di mana kolam ikan milik warga terendam dan menyebabkan para petani gagal panen.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan sembako kepada warga. Banyak petani ikan yang seharusnya panen, tetapi gagal karena kolam mereka terendam banjir,” kata Ketua Kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty.
Ia menjelaskan bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur Ciseeng dan sekitarnya, memicu luapan air yang mengalir deras ke permukiman.
Selain merendam rumah, arus banjir juga merusak fasilitas usaha perikanan warga.
Ia mengharapkan bantuan itu meringankan beban warga sambil menunggu proses pemulihan, terutama bagi petani ikan yang kehilangan sumber penghasilan.
Di desa tersebut, jajaran Kadin Kabupaten Bogor juga meninjau pelaksanaan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang digagas bersama Kadin Indonesia.
Perbaikan rutilahu tersebut merupakan “kado istimewa” HUT Ke-80 Republik Indonesia di daerah setempat yang sepenuhnya didanai secara gotong royong oleh Kadin pusat hingga daerah, tanpa menggunakan APBN, APBD, maupun dana BUMN.
Program ini dimulai pada Agustus 2025 dengan sasaran awal 10 rumah tersebar di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng serta Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Gotong royong perbaikan rutilahu ini bagian dari gerakan nasional Kadin Indonesia yang menargetkan perbaikan 100 rumah di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 30 unit ditetapkan untuk Kabupaten Bogor dengan 10 unit dikerjakan pada tahap awal.
Kepala Desa Babakan Marwan Suherwan menyambut baik bantuan dan program dijalankan Kadin.
“Program ini sangat membantu warga kami, baik yang terdampak banjir maupun yang tinggal di rumah tidak layak huni,” katanya.
