Garut (ANTARA) - Sedikitnya sembilan orang korban tragedi Pesta Rakyat rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut dengan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Kabupaten Garut, Sabtu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan pasien yang masuk ke RSUD dr Slamet Garut sampai Jumat (17/7) malam sebanyak 20 orang, dan yang sedang dirawat sebanyak sembilan orang.
"Sedang dirawat sekarang sembilan," kata Leli.
Ia menuturkan jajaran petugas medis di rumah sakit maupun puskesmas sudah bergerak melakukan penanganan untuk mengatasi masyarakat yang menjadi korban insiden Pesta Rakyat di Pendopo Garut.
Secara keseluruhan korban insiden itu, ebanyak 30 orang, namun yang masuk rumah sakit sebanyak 20 orang dengan kondisi sakit akibat terinjak-injak dan terjatuh, serta tiga orang tewas.
Sebelumnya, Pesta Rakyat rangkaian acara pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berakhir ricuh saat agenda hiburan dan makan gratis di Pendopo dan Alun-Alun Garut, Jumat siang.
Insiden itu menyebabkan tiga orang tewas, yakni dua sipil dan satu anggota Polres Garut, yakni Bripka Cecep Saeful Bahri (39) dan dua warga lainnya seorang anak usia delapan tahun Vania Aprilia, dan Dewi Jubaeda (61) warga Garut.
Baca juga: Pesta rakyat rangkaian pernikahan anak Dedi Mulyadi berakhir ricuh di Garut
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026