Pakar-Kampung-Nyalindung-Perlu-Perhatian-Serius
Bogor, 25/1 (ANTARA) - Pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ahmad Sulaeman menyatakan, Kampung Nyalindung perlu perhatian serius karena 103 kepala keluarga hidup di wilayah terisolasi akibat tidak ada akses jalan yang memadai.
Ahmad Sulaeman kepada pers di Kampung Nyalindung, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat mengatakan, sumber pangan lokal masyarakat setempat sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahkan untuk kebutuhan beras, mereka biasa menanam padi gogo.
Sayuran dan buah-buahan bisa mereka peroleh kebun. Namun, untuk penjualan produksi terkendala kondisi jalan. Akses pelayanan kesehatan juga terkendala.
Ahmad Sulaeman menambahkan, acara jelajah gizi dan bakti sosial merupakan hal yang baik untuk dilakukan. "Karena dengan melihat langsung kondisi gizi sebuah masyarakat, kita dapat memberikan edukasi yang tepat untuk bisa meningkatkan derajat gizi dan kesehatan penduduk setempat," tuturnya.
"Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat baik untuk memberikan edukasi gizi ke masyarakat secara langsung," ucapnya.
Fakultas Ekologi Manusia IPB telah bekerja sama dengan PT Sarihusada dalam program edukasi gizi bagi penggiat gizi masyarakat melalui program "Ayo Melek Gizi Community and Nutrition Education Center" (AMG CONNECT) dan telah diikuti hampir 400 kader Posyandu dan pegiat gizi masyarakat.
PT Sarihusada menggelar kegiatan "Bakti Gizi" melalui edukasi gizi serta perbaikan pusat kegiatan kemasyarakatan di Kampung Nyalindung dengan menggandeng komunitas penggemar kendaraan "off-road" Trooper Nusantara.
Acara yang digelar untuk turut memeriahkan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari tersebut, juga diikuti pakar gizi masyarakat Prof Ahmad Sulaeman, wartawan media cetak
dan elektronik serta pemusik Nugie.
Direktur Corporate dan Legal PT Sarihusada, Yeni Fatmawati mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki perhatian terhadap masalah gizi masyarakat khususnya gizi ibu dan anak, Sarihusada memiliki kegiatan sosial yang memfokuskan pada edukasi gizi dengan program 'Ayo Melek Gizi'.
"Program ini bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, juga organisasi masyarakat di tingkat akar rumput," ujar Yeni.
Menurut dia, pemilihan Kampung Nyalindung sebagai tempat kegiatan program 'Ayo Melek Gizi' karena lokasi dan kondisinya unik.
Walapun terletak hanya sekitar delapa klometer dari ibu kota Kecamatan Jonggol, sampai saat ini belum memiliki akses jalan yang layak. Untuk menempuh perjalanan delapan kilometer, dibutuhkan waktu sekitar lima jam dengan jalan terjal.
Selain itu, instalasi listrik baru masuk dan akses ke layanan kesehatan juga relatif tidak mudah karena wilayah yang terisolasi. "Kampung ini paling terisolir, warganya hampir bisa dikatakan tidak tersentuh tenaga medis. Buktinya walau tingkat kelahiran tinggi seringkali pertolongan kelahiran dibantu tenaga non-medis," ungkap Yeni.
Selain itu, kegiatan sosial lain juga dilakukan di antaranya pengadaan posyandu seperti penimbangan ibu hamil, bayi dan balita, konsultasi gizi, pemberian makanan tambahan serta pelatihan kepada kader tentang pelaksanaan posyandu secara mandiri.
Sarihusada, Komunitas Trooper Nusantara dan wartawan juga melakukan bakti sosial merenovasi balai pertemuan warga yang dilengkapi dengan perpustakaan mini dan taman bermain. Selain itu, pengadaan kebun nutrisi dengan memberikan sumbangan berupa bibit ikan yang diharapkan dapat memicu kemandirian warga untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi melalui pemberdayaan sumber pangan lokal.
Melalui program "Ayo Melek Gizi" yang merupakan kegiatan edukasi gizi dengan melibatkan komunitas-komunitas yang mungkin dalam kehidupan sehari-hari tidak bergulat dalam masalah gizi masyarakat, namun memiliki kepedulian serta keinginan untuk membantu masyarakat pada saat mereka melakukan kegiatan lapangan.
"Sarihusada mengucapkan terima kasih kepada komunitas Trooper Nusantara yang telah berpartisipasi dalam program 'Ayo Melek Gizi Komunitas' di Desa Nyalindung ini. Kami yakin kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi komunitas Trooper Nusantara untuk meningkatkan kepedulian pada masalah gizi di masyarakat," kata Yeni.
S023
Foto: ipb.ac.id
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.